Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, menginstruksikan para camat memetakan kebutuhan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di setiap desa sebagai dasar pengajuan penambahan sambungan gas bumi kepada pemerintah pusat.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan pemetaan harus dilakukan hingga tingkat desa, untuk mengetahui jumlah rumah yang telah maupun belum terlayani jargas
"Harapannya para camat lebih serius melakukan pemetaan desa-desanya, kira-kira di Desa A rumahnya ada berapa, Desa B ada berapa, yang sudah terpenuhi jargas ada berapa," katanya saat rapat koordinasi camat di Ruang Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu.
Ia mengatakan data tersebut juga perlu dilengkapi dengan perhitungan kebutuhan konsumsi gas rumah tangga, agar dapat dibandingkan dengan penggunaan LPG tabung 3 kilogram.
"Coba nanti dihitung kebutuhan masyarakat untuk gas alam ini satu hari, satu bulan berapa dibandingkan dengan LPG 3 kilogram. Mana yang lebih murah," ujar dia.
Menurut Agus, hasil perbandingan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan penambahan jaringan gas kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan mengatakan program jargas di daerah tersebut ditargetkan mencapai sekitar 158.100 sambungan rumah yang dilaksanakan bertahap selama 2026-2029.
Menurut dia, tahap pertama pada 2026 menyasar empat kecamatan, yakni Palimanan, Dukupuntang, Depok, dan Gempol, dengan target 41.035 sambungan rumah.
Saat ini, kata dia, pelaksanaan masih memasuki tahap penandaan rumah calon penerima, sedangkan pembangunan jaringan pipa dijadwalkan dimulai pada pekan depan.
"Tahap pertama ini ditargetkan enam bulan sampai jaringan gas menyala dan bisa digunakan warga," kata Nanan.
Ia mengatakan setelah tahap pertama selesai, program dilanjutkan ke delapan kecamatan lainnya, yakni Tengah Tani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang sehingga total cakupan mencapai 12 kecamatan.
Ia memastikan masyarakat tidak dipungut biaya untuk pemasangan instalasi hingga ke rumah karena seluruh proses dibiayai pemerintah.
"Tahap pertama ini ditargetkan enam bulan sampai jargas menyala dan bisa digunakan warga. Pemasangan pipa ke rumah itu gratis, plus dapat kompor dua tungku," kata Nanan.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.