Bandung Barat (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Bandung Barat, Jawa Barat mencatat tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan terakhir seiring meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau.
Kepala Disdamkarmat Bandung Barat Siti Aminah Anshoriah di Bandung Barat, Rabu, mengatakan kondisi cuaca yang kering disertai angin menyebabkan lahan yang dipenuhi ilalang dan daun kering lebih mudah terbakar.
"Potensi kebakaran lahan dan hutan memang meningkat di musim kemarau kali ini karena kondisi cuaca yang kering disertai angin. Dalam seminggu kemarin ada tiga kejadian," katanya.
Ia mengatakan kejadian terbaru terjadi pada Selasa (30/6) sore di sebuah kebun di Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor dengan area yang terbakar mencapai sekitar 1.000 meter persegi dari total luas lahan sekitar 1.500 meter persegi.
"Luas areanya itu sekitar 1.500 meter persegi dan yang terbakar 1.000 meter persegi. Yang terbakar itu ilalang dan daun yang sudah kering," katanya.
Menurut dia, penyebab kebakaran diperkirakan oleh sejumlah faktor kelalaian seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan, pembakaran sampah atau lahan yang ditinggalkan, serta embusan angin kencang menjadi pemicu yang meningkatkan risiko karhutla selama musim kemarau.
"Penyebabnya bisa karena ada yang buang puntung rokok, ada juga yang bakar sampah lalu ditinggal, ada angin besar lagi. Jadi semakin mudah terbakar ditambah alang-alang atau daunnya kering," katanya.
Disdamkarmat Bandung Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, baik di lahan, kawasan permukiman, maupun tempat pembuangan sampah.
"Jadi masyarakat harus lebih hati-hati di musim kemarau ini karena api enggak pilih-pilih tempat. Kelalaian sedikit saja bisa menyebabkan kebakaran," katanya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran terus meningkat selama musim kemarau sehingga kejadian karhutla maupun kebakaran di kawasan permukiman dapat ditekan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.