Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, menghentikan penambahan lokasi sumur artesis sebagai upaya menekan eksploitasi air tanah di tengah potensi krisis air bersih yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi Amy Pringgo Mardani di Cimahi, Rabu, mengatakan pemerintah tidak lagi melakukan pengeboran sumur artesis baru setelah melihat hasil kajian mengenai kondisi air tanah di wilayah tersebut.

"Nah soal itu (eksploitasi air tanah), intinya itu di empat tahun ke belakang sesuai kajian. Terparahnya kan oleh industri, nah pemerintah sudah tidak ada pengeboran sumur artesis," katanya.

Dirinya menjelaskan pemerintah kini memfokuskan penyediaan air bersih melalui pemanfaatan sumber air permukaan, seperti aliran sungai yang diolah menggunakan sistem pengolahan air minum dan didistribusikan melalui jaringan perpipaan.

"Enggak lebih dari 10 titik, karena kebanyakan kan memang di industri. Makanya pemerintah kota itu hanya berusaha memanfaatkan air permukaan atau air sungai, mengadopsi sistem pipanisasi," ujarnya.

Berdasarkan kajian Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGL) Badan Geologi, penurunan muka air tanah di kawasan Bandung Raya telah mencapai sekitar 60 meter hingga 100 meter akibat eksploitasi yang berlangsung selama bertahun-tahun, terutama untuk kebutuhan industri dan penggunaan masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah pemulihan guna menjaga keberlanjutan cadangan air tanah, di antaranya melalui pembangunan sumur resapan, biopori, serta sumur imbuhan atau sumur injeksi di sejumlah lokasi.

"Ya pemulihan kita laksanakan dengan (sumur) resapan, biopori, sumur imbuhan. Kita rawat artesis yang ada, karena memang kita enggak banyak membuat artesis juga. Masyarakat sekarang juga sudah semakin sadar," katanya.

Ia menambahkan sumur artesis milik pemerintah yang masih beroperasi jumlahnya tidak lebih dari 10 lokasi dan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada kondisi mendesak.

Strategi jangka panjang diarahkan pada penguatan pemanfaatan air permukaan agar tekanan terhadap cadangan air tanah dapat terus dikurangi.

Dia menjelaskan ancaman kekeringan masih membayangi sejumlah wilayah di Kota Cimahi, terutama kawasan selatan yang setiap musim kemarau sering mengalami krisis air bersih.

Beberapa wilayah tersebut, antara lain Kelurahan Utama, Melong, dan Leuwigajah di Kecamatan Cimahi Selatan menjadi daerah yang paling sering terdampak dibandingkan 12 kelurahan lainnya di Kota Cimahi.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026