Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memperkuat sinergi lintas sektor guna mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kerja sama lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa, mengatakan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar penanganan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Menghadapi persoalan seperti ini baik pemerintah maupun masyarakat harus saling menguatkan dan berkolaborasi. Saya yakin semua memiliki kepedulian dan keinginan yang sama untuk mengatasi persoalan ini," katanya.

Pihaknya akan mengedepankan pendekatan preventif, edukatif, persuasif, dan humanis, melalui penguatan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, layanan konseling, serta peningkatan literasi kesehatan mental dan kesehatan reproduksi.

"Program penguatan dari keluarga tentu disusun harus jelas, terukur, dan melibatkan seluruh pihak agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara efektif," ujarnya.

Hal tersebut menjadi penting mengingat Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang mencatat hingga Agustus 2025 terdapat 61 kasus kekerasan terhadap anak, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 57 kasus.

Selain itu pemerintah daerah akan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat sistem pelaporan masyarakat, penyebarluasan edukasi pencegahan kekerasan, serta penguatan data terpadu sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Dony menambahkan sekolah, pemerintah desa, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader posyandu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, akan dioptimalkan untuk memperkuat pendidikan karakter, deteksi dini, pendampingan, dan pelaporan berbagai potensi kekerasan di lingkungan masyarakat.

"Penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan karakter generasi muda penting agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial serta terhindar dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan," katanya.

Ia menyebut telah melakukan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan tokoh masyarakat, sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Kabupaten Sumedang.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026