Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady mendorong percepatan pemerataan layanan pendidikan menengah di Jawa Barat dengan menambah pembangunan SMA dan SMK di kecamatan yang hingga kini belum memiliki sekolah negeri tingkat menengah.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady mengatakan masih terdapat sekitar 114 kecamatan di Jawa Barat yang belum memiliki SMA maupun SMK sehingga pemerataan akses pendidikan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

“Saya termasuk orang yang ngotot bahwa Jabar ini dari 627 kecamatan masih ada 144 kecamatan yang belum punya SMA atau SMK. Mudah-mudahan sekarang sudah berkurang,” kata Daddy di Bandung, Selasa.

Menurut dia, DPRD Jawa Barat melalui Badan Anggaran terus mendorong pembangunan unit sekolah baru di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses pendidikan menengah agar peserta didik tidak harus menempuh perjalanan jauh atau bersekolah ke daerah lain.

Daddy mencontohkan kondisi di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, yang masih terdapat sejumlah desa dengan siswa harus melanjutkan pendidikan ke wilayah lain karena belum tersedia SMA atau SMK.

“Bagaimana tidak prihatin ketika ada anak-anak yang harus sekolah ke kabupaten lain. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Selain Talun, kata dia, masih terdapat sejumlah kecamatan lain yang memerlukan penambahan sekolah menengah. Karena itu, DPRD terus mengawal agar kebutuhan tersebut masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurut dia, pembangunan sektor pendidikan harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat karena dinilai dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Ia berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mempercepat pemerataan layanan pendidikan di seluruh daerah.

“Pada akhirnya tujuan kita sama, yakni memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Jawa Barat,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026