Cianjur (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan pada bulan Juli 2026, penyaluran Bantuan Pangan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya berupa beras sebanyak 10 kilogram sedangkan minyak goreng ditiadakan.
Kepala Perum Bulog Cianjur Azwar Fuad di Cianjur, Senin, mengatakan Bulog Cianjur ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng, namun pendistribusian untuk bulan Juli tanpa minyak goreng.
Berdasarkan informasi yang diterima, bantuan pangan minyak goreng ditiadakan karena MinyaKita merupakan Domestic Market Obligation (DMO) sebagai syarat impor Crude Palm Oil (CPO) di mana selama ini dijual untuk umum.
"Untuk mengantisipasi kelangkaan di sejumlah pasar karena MinyaKita tersedot untuk bantuan pangan sehingga bantuan pangan pada bulan Juli hanya berupa beras sebanyak 10 kilogram," katanya.
Sehingga penyaluran bantuan pangan bulan Juli untuk KPM di tiga wilayah, Cianjur, Sukabumi, dan Kota Sukabumi, hanya menerima beras tanpa minyak goreng, sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari pemerintah dan pimpinan Bulog.
Saat ini jumlah penerima bantuan bantuan pangan di Cianjur sebanyak 403.673 orang tersebar mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur, sudah mendapat dua kali pendistribusian, dimana sebelumnya mereka mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 kilogram minyak goreng.
"Saat ini kami masih mempersiapkan Bantuan Pangan berupa beras untuk alokasi bulan Juli, setelah lengkap 100 persen langsung didistribusikan melalui pihak desa," katanya.
Pihaknya meningkatkan pengawasan dalam pendistribusian bantuan pangan ke KPM di seluruh wilayah Cianjur bekerja sama dengan TNI/Polri guna menghindari terjadinya penyelewengan dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Penyelewengan bantuan pangan yang dilakukan oknum aparat desa merupakan sisa alokasi penerima yang sudah meninggal dunia namun masih terdaftar sebagai penerima manfaat.
"Jatah bantuan pangan untuk 137 KPM yang sudah meninggal dan seharusnya dialihkan disimpan di dalam ruangan sehingga masyarakat yang curiga mendatangi kantor desa dan menemukan barang bukti seperti beras dan minyak goreng," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.