Bandung (ANTARA) - Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) mendorong pemerintah daerah melakukan berbagai terobosan kreatif, termasuk mengoptimalkan aset produktif, guna menghadapi dampak pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurut Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) Buky Wibawa, langkah penguatan fiskal daerah tersebut menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ADPSI di Bali, Senin.

Buky yang juga menjabat Ketua DPRD Jawa Barat, dalam keterangannya di Bandung, Senin, mengakui pengurangan dana transfer pusat telah dirasakan sejumlah daerah dan berdampak pada kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Namun, menurut dia, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan maupun pelayanan publik.

"Itu memang dirasakan oleh kami di daerah, pengurangan dana transfer. Tetapi bukan berarti pembangunan tidak bisa berlanjut. Justru di sinilah tantangannya. Kami memahami kondisi keuangan pemerintah pusat, dan daerah harus lebih kreatif menjalankan roda pembangunan," kata Buky.

Ia mencontohkan salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah daerah adalah mendata kembali aset-aset yang belum produktif untuk kemudian dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Buky, pengelolaan aset yang lebih produktif menjadi penting agar daerah memiliki sumber pembiayaan yang lebih kuat dan tidak sepenuhnya bergantung pada dana transfer pusat.

Selain itu, langkah tersebut juga dinilai dapat membantu daerah menyelaraskan program pembangunan dengan prioritas nasional, termasuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

"Kalau daerah makmur, Indonesia makmur. Kalau daerah maju, Indonesia maju. Karena itu pembangunan nasional harus dimulai dari penguatan daerah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya mengatakan Rakernas ADPSI yang dihadiri lebih dari 240 peserta dari berbagai provinsi juga menjadi forum untuk menyampaikan berbagai aspirasi daerah terkait kebijakan fiskal nasional.

Menurut dia, daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata seperti Bali memerlukan perhatian khusus dalam formulasi kebijakan fiskal karena kontribusinya terhadap devisa negara tidak selalu tercermin dalam skema pembagian pendapatan sebagaimana daerah penghasil sumber daya alam.

"Pariwisata tidak bisa dihitung seperti hasil bumi atau hasil tambang. Namun dari sisi devisa, Bali memberikan kontribusi yang sangat besar bagi negara," kata Dewa Made.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ADPSI dorong daerah optimalkan aset hadapi pengurangan dana transfer

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026