Cianjur (ANTARA) - Perusahaan Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan pelayanan pendistribusian air bersih pada saat musim kemarau tetap berjalan meski kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi sudah diberlakukan.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur Syamsul Hadi di Cianjur, Jumat, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terkait dampak kemarau termasuk dalam pendistribusian air bersih menggunakan truk tangki berbahan bakar solar non subsidi.
Pihaknya berharap selama penanganan bencana alam kekeringan, pemerintah dan Pertamina dapat memberikan kebijakan penggunaan BBM bersubsidi dapat dilakukan agar pendistribusian tetap berjalan secara maksimal karena keterbatasan anggaran.
"Kami pastikan pelayanan air dengan truk tangki tetap berjalan ke sejumlah wilayah terdampak, namun harapan kami selama pelayanan berjalan pemerintah daerah dan Pertamina memberikan rekomendasi penggunaan BBM bersubsidi karena harga BBM non subsidi cukup tinggi," katanya.
Terlebih tutur dia, penggunaan BBM bersubsidi untuk pelayanan terhadap warga bukan untuk komersil dan dapat berlaku selama penanganan kemarau, dimana pihaknya memprediksi kemarau akan berlangsung cukup lama berdasarkan informasi BMKG.
Selama musim kemarau, ungkap dia, biasanya sejumlah cabang mengalami kendala karena distribusi hasil pengolahan air permukaan menurun drastis bahkan kering seperti di cabang Ciranjang, Pacet, Cibeber, dan Cianjur selatan.
Ketika tidak dapat memproduksi air bersih, masing-masing cabang hanya dapat melakukan bantuan bersifat sementara menggunakan truk tangki, sedangkan biaya yang dihitung untuk pembelian BBM non subsidi cukup tinggi.
"Kendala-nya tidak hanya pelanggan yang harus dilayani termasuk permintaan masyarakat dari berbagai wilayah, sedangkan anggaran yang kita miliki cukup terbatas, sehingga upaya maksimal tetap harus dilakukan sambil menunggu jawaban dari pemkab dan Pertamina," katanya.
Namun pihaknya memastikan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai banyak diajukan masyarakat tetap akan dilayani dengan skala prioritas, sambil menunggu kepastian penggunaan BBM bersubsidi dapat dikabulkan.
"Kami pastikan pelayan pendistribusian air dengan tangki akan tetap berjalan tidak akan berhenti ke sejumlah wilayah terdampak selama musim kemarau," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.