Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP tahun ajaran 2026/2027 tidak memberatkan peserta didik dan orang tua.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Ipan Sopandi di Cianjur, Jumat, mengatakan pelaksanaan MPLS di Cianjur berpedoman pada Permendiknasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah, tanpa ada perpeloncoan.
MPLS digelar sebagai upaya memperkenalkan lingkungan sekolah pada peserta didik baru, mulai dari ruang kelas, fasilitas penunjang pembelajaran, guru mata pelajaran, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah.
"Kami juga sudah membuat standar operasional prosedur (SOP) sebagai panduan yang wajib diterapkan seluruh SMP di Cianjur ketika menggelar MPLS, ada empat materi wajib yang harus diberikan kepada peserta didik baru," katanya.
Dia menjelaskan materi wajib tersebut seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, bijaksana dalam menggunakan media sosial, serta pembiasaan budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S).
Pihaknya bekerja sama dengan salah satu organisasi non-pemerintah internasional dalam menyusun materi pendidikan karakter yang diberikan saat menggelar MPLS, sehingga seluruh sekolah yang menggelar kegiatan itu wajib mempelajari dan menjalankan panduan yang telah disusun.
Dalam panduan terdapat silabus MPLS dengan materi pendidikan karakter yang disusun bersama agar materi yang diberikan sesuai dengan ketentuan, di mana kegiatan akan serentak digelar selama lima hari pada 13-17 Juli.
"Kami berharap panduan yang diberikan wajib diterapkan, sehingga kegiatan MPLS digelar untuk memperkenalkan dan memudahkan siswa baru dalam mengenal lingkungan sekolah," katanya.
Pihaknya juga memastikan tidak ada kegiatan yang berlebihan atau perpeloncoan dalam pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, termasuk tidak memberatkan siswa dan orang tua dalam pelaksanaan.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.