Garut, Jawa Barat (ANTARA) - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Aten Munajat menyatakan pemerintah harus meyakinkan kepada masyarakat bahwa kualitas sekolah swasta juga tidak kalah baik dan dapat dibanggakan untuk belajar mencapai harapan kehidupan yang baik.

"Pemerintah harus memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa bersekolah di swasta juga merupakan pilihan yang baik dan memiliki kualitas yang dapat dibanggakan," kata Aten di Kabupaten Garut, Jumat.

Ia menuturkan, sekolah di negeri tentunya menjadi harapan bagi semua anak maupun orang tuanya karena menilai tempat belajar yang baik, dan tentunya tidak dipungut biaya, berbeda dengan swasta ada beban biaya.

Masyarakat, kata dia, tentunya berbondong-bondong untuk bisa masuk ke sekolah negeri meski harus mengikuti seleksi penerimaan murid baru (SPMB) secara ketat dengan berbagai jalur yang disediakan.

Namun akhirnya, lanjut Aten, karena keterbatasan kuota ada juga yang tidak lolos masuk sekolah negeri yang disebabkan berbagai faktor penilaian seperti nilai akademiknya, domisili maupun jalur prestasi.

Ia mengatakan, kondisi anak yang tidak masuk negeri itu tentunya tetap harus sekolah dengan pilihannya sekolah di swasta sehingga bisa melanjutkan jenjang pendidikannya lebih tinggi.

"Yang terpenting adalah setiap anak tetap bersekolah, melanjutkan pendidikan, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," katanya.

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Jabar mengeluarkan kebijakan membantu masyarakat dengan menyediakan beasiswa pendidikan bagi siswa yang sekolah di swasta.

Komisi V DPRD Jabar, kata dia, tentunya mendukung kebijakan Pemprov Jabar yang menyiapkan anggaran untuk program beasiswa sehingga anak yang kurang mampu atau keterbatasan lainnya bisa tetap belajar secara gratis seperti di negeri.

"Prinsipnya mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan bantuan kepada sekolah swasta agar dapat menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri," katanya.

 

 

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026