Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, siap mengolaborasikan program pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan dengan perusahaan untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb di Bandung, Jabar, Jumat, mengatakan pemerintah daerah membuka peluang bagi perusahaan untuk terlibat dalam pembinaan UMKM melalui pelatihan dengan dukungan permodalan oleh pemerintah.
"Kita ada program pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan dan bisa dikolaborasikan dengan perusahaan. Perusahaan bisa melakukan pelatihan UMKM, sedangkan permodalannya bisa dengan pemerintah Kabupaten Bandung," katanya.
Ia mengatakan program tersebut menjadi bagian dari target Pemkab Bandung mencetak 50 ribu wirausaha muda secara bertahap dengan sasaran sekitar 10 ribu wirausaha baru setiap tahun.
Hal tersebut menjadi potensi besar mengingat rasio kewirausahaan berdasarkan data Rancangan Pembangunan Jangka Menengah dan Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2025 hingga 2029 meningkat dari 0,92 persen pada 2020 menjadi 3,72 persen pada 2024.
Ia juga menyebut bahwa jumlah pelaku usaha dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) bertambah dari 15.755 menjadi 71.011 dan berpotensi terus meningkat mengingat saat ini Kabupaten Bandung memiliki jumlah penduduk sekitar 3,9 juta jiwa dengan sekitar 80 persen merupakan usia produktif.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengakui tingkat pengangguran masih menjadi tantangan karena pola pikir masyarakat didominasi pola pikir menjadi pencari kerja, sehingga perlu mengubah menjadi pola pikir menciptakan lapangan pekerjaan melalui usaha mandiri.
"Kita ingin mengubah mindset masyarakat agar menjadi entrepreneur atau wirausaha, sehingga bisa memajukan Kabupaten Bandung ke depan," katanya.
Ia menyebut tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan hanya permodalan, melainkan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan usaha.
"Yang menjadi kendala sekarang di Kabupaten Bandung adalah SDM yang harus kita persiapkan. Karena itu kami berharap bisa berkolaborasi dengan perusahaan untuk mengadakan pelatihan UMKM maupun kegiatan pemberdayaan lainnya," ujarnya.
Selain pemberdayaan UMKM, Ali juga mengajak perusahaan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung penyelesaian persoalan banjir dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.