Cianjur (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Jawa Barat, memperketat pengawasan penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat, termasuk berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk mengantisipasi dugaan penyelewengan yang sempat ditemukan di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun.

Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Cianjur Muhammad Azwar Fuad di Cianjur, Kamis, mengatakan penyelewengan bantuan pangan yang dilakukan oknum aparat desa merupakan sisa alokasi penerima yang sudah meninggal dunia namun masih terdaftar sebagai penerima manfaat.

Lebih lanjut ia mengatakan jatah bahan pangan untuk 137 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah meninggal dan seharusnya dialihkan dan di simpan di dalam ruangan sehingga masyarakat yang curiga mendatangi kantor desa dan menemukan barang bukti seperti beras dan minyak goreng

"Penyelewengan ditemukan warga yang sempat mendatangi kantor desa guna mempertanyakan pendistribusian bahan pangan, di mana warga menemukan bahan pangan yang disalurkan Bulog ke Desa Sukapura tersimpan di sebuah ruangan," katanya.

Mendapat informasi tersebut, ia mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi untuk turun ke lapangan guna mengklarifikasi serta mencari tahu permasalahan yang sebenarnya terkait video aksi warga yang sempat viral di media sosial.

Hasil penelusuran menunjukkan telah dilakukan mediasi dan musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, Forkopimcam, kepolisian, warga, serta pihak yang diduga terlibat dalam penyelewengan bahan pangan, ujar dia.

Bahkan oknum yang terlibat mengakui berencana menjual sebagian bantuan pangan yang tersisa dengan mengganti karung beras guna menghilangkan jejak. Namun belum sempat dijual sudah dipergoki warga sehingga 137 paket bahan pangan masih dalam kondisi utuh.

"Bantuan yang hendak akan dijual merupakan sisa kuota dari KPM yang tercatat telah meninggal dunia atau pindah domisili, seharusnya sesuai prosedur bantuan tersebut seharusnya dialihkan kepada keluarga inti atau penerima cadangan," katanya.

Atas temuan tersebut, ia mengatakan Bulog akan kembali menyalurkan bahan pangan sesuai prosedur yang berlaku pada penerima cadangan di Desa Sukapura pada tanggal 27-28 Juni, sehingga bantuan yang hendak diselewengkan diserahkan pada KPM yang berhak.

"Kami melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendampingan saat penyaluran, ke depan dalam penyaluran akan dilakukan monitoring dan evaluasi terutama di desa yang telah menerima bantuan," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026