Kota Cirebon (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Jawa Barat, mendampingi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mendaftar pada aplikasi Sistem Informasi Kemitraan Investasi (SiKertas).

Kepala Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Kota Cirebon Uni Wahyuni di Cirebon, Rabu, mengatakan aplikasi SiKertas menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat keterlibatan UMKM dalam ekosistem investasi yang berkembang di daerah.

"SiKertas menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkuat keterlibatan UMKM dalam kegiatan investasi yang masuk ke daerah," katanya.

Ia menjelaskan aplikasi yang dikembangkan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat tersebut berfungsi sebagai wadah, untuk mempertemukan pelaku usaha dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Melalui program pendampingan tersebut, kata dia, pelaku UMKM dibantu melakukan registrasi serta melengkapi data usaha agar dapat terhubung dengan peluang kerja sama yang lebih luas.

Menurut dia, UMKM yang telah terdaftar nantinya dapat ditawarkan sebagai calon mitra bagi perusahaan menengah maupun besar sesuai kebutuhan komoditas dan rantai pasok yang dibutuhkan.

Uni menuturkan keberadaan platform digital itu, diharapkan mampu mendorong terjadinya "business matching" antara pelaku usaha besar dengan UMKM lokal.

Ia mengatakan dengan kemitraan tersebut, pelaku usaha kecil memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas akses pasar bagi produk dan jasa yang dihasilkan.

"Melalui platform ini diharapkan tercipta business matching antara pelaku usaha besar dan UMKM lokal sehingga mampu meningkatkan daya saing serta membuka akses pasar yang lebih luas," ujarnya.

Ia mengatakan program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam mendorong kemitraan antara usaha mikro dan kecil dengan usaha menengah maupun besar.

“Kemitraan itu diharapkan dapat menciptakan investasi yang lebih inklusif sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

DPMPTSP Kota Cirebon, lanjut dia, terus memberikan pendampingan kepada UMKM agar semakin siap menjadi bagian dari rantai pasok industri dan mampu memanfaatkan peluang kemitraan yang tersedia.

“Kami berharap semakin banyak UMKM yang bergabung dalam aplikasi SiKertas sehingga tercipta sinergi yang kuat antara investasi dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ucap dia.

Sementara itu, data yang dihimpun ANTARA menunjukkan jumlah pelaku UMKM di Kota Cirebon mencapai 5.353 unit pada 2025.

 



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026