Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama Kepolisian Resor Cianjur menggelar aksi bersih-bersih Waduk Jangari, Kecamatan Mande dari sampah dan tanaman enceng gondok yang menutup sebagian besar waduk dengan sekitar 100 ton sampah berhasil diangkut.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Selasa, mengatakan permasalahan lingkungan tanggungjawab bersama, termasuk yang terjadi di Waduk Jangari, di mana sampah dan tanaman enceng gondong ada di perairan yang membuat rusak pemandangan dan keindahan.

Untuk sampah dan tanaman enceng gondong yang berhasil diangkat selama kegiatan sejak pagi hingga siang mencapai 100 ton, di mana enceng gondong yang berhasil diangkat akan diolah menjadi pupuk organik melibatkan warga sekitar waduk.

"Kegiatan yang digagas bersama Kapolres Cianjur, melibatkan TNI/Polri, sejumlah dinas dan instansi di Cianjur, termasuk relawan dan masyarakat sekitar, di mana selama beberapa bulan terakhir menumpuknya sampah dan enceng gondok banyak dikeluhkan masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan hamparan eceng gondok yang semakin meluas di kawasan Waduk Jangari mengganggu aktivitas wisata dan budi daya ikan air tawar. Selain menutupi sebagian permukaan waduk tanaman tersebut juga menjadi perangkap sampah yang terbawa arus dari hulu.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah lokasi perairan Waduk Jangari yang merupakan bagian dari hamparan Waduk Cirata, di mana tumpukan eceng gondok bercampur sampah plastik dan limbah rumah tangga lainnya tampak mengapung hingga menutupi jalur perahu.

"Karena hamparan sampah dan enceng gondok yang cukup luas, kami bersama Polres Cianjur menurunkan sekitar 18 armada truk untuk membawa 100 ton sampah yang dari obyek wisata air di wilayah timur Cianjur, selanjutnya akan dipilah dan diolah," katanya.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengatakan pihaknya menggandeng berbagai lapisan masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih sampah di Waduk Jangari, agar lingkungan yang bersih bebas sampah dapat menarik minat wisatawan untuk datang.

Dia menjelaskan kegiatan yang dilakukan setelah masyarakat di sekitar waduk mengeluhkan banyak tumpukan sampah dan enceng gondong yang menutup sebagian besar kawasan waduk yang memiliki luas ribuan hektare tersebut.

"Pertumbuhan eceng gondok berlangsung sepanjang tahun dan tidak dipengaruhi musim, sehingga membuat sampah yang terbawa aliran sungai dari daerah hulu mudah tersangkut dan menumpuk di antara hamparan eceng gondok," katanya.

Pihaknya menilai kondisi tersebut berdampak terhadap menurunnya angka kunjungan wisatawan karena pemandangan waduk yang sebelumnya menjadi daya tarik wisatawan dari dalam hingga luar negeri akibat permukaan air yang dipenuhi gulma dan sampah.

"Kami berharap dengan aksi bersih-bersih waduk dapat terus dilakukan bersama petugas gabungan dan berbagai kalangan di Cianjur secara rutin, sehingga destinasi wisata air ini dapat dikunjungi wisatawan dengan aman dan nyaman," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026