Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memetakan sedikitnya 220 lokasi sebagai calon titik fasilitas pengolahan sampah dalam upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis kewilayahan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan upaya tersebut dilakukan seiring adanya bantuan mesin pengolahan sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD).
“Pertama, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa 151 mesin RDF. Kedua, bantuan dari Mabes TNI AD, di mana kami mengusulkan 50 titik pengolahan sampah,” kata Farhan di Bandung, Senin.
Menurut dia, ketersediaan mesin pengolahan sampah bukan menjadi kendala utama. Saat ini tantangan terbesar adalah menyiapkan lahan yang sesuai untuk penempatan fasilitas di setiap lokasi.
“Mesinnya insyaa Allah tersedia. Tantangan saat ini adalah penyiapan dan pemilihan lahan. Kami harus menyediakan lahan minimal 100 meter persegi untuk setiap titik,” katanya.
Farhan menjelaskan berdasarkan hasil pemetaan menggunakan foto udara, Pemkot Bandung telah mengidentifikasi sekitar 220 titik potensial yang dapat digunakan sebagai lokasi pengolahan sampah.
Namun demikian, seluruh lokasi tersebut masih harus melalui proses verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian kondisi di lokasi.
“Berdasarkan foto udara, kami telah menyiapkan sekitar 220 titik. Saat ini sedang dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan aksesnya memadai dan tidak menimbulkan gangguan,” ujarnya.
Ia menuturkan verifikasi diperlukan untuk memastikan lokasi yang dipilih tidak berada terlalu dekat dengan fasilitas pelayanan publik maupun kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas pengolahan sampah.
“Misalnya ada lahan 100 meter persegi tetapi berada tepat di belakang sekolah atau di samping puskesmas, tentu harus dipindahkan,” katanya.
Farhan mengatakan Pemkot Bandung menargetkan pada akhir Juli 2026 dapat menetapkan sedikitnya 20 titik pengolahan sampah, yang terdiri atas 15 titik bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima titik bantuan dari Mabes TNI AD.
“Mudah-mudahan pada akhir Juli nanti sudah bisa ditetapkan minimal 10 persen yang ditargetkan, yakni 15 titik bantuan provinsi dan lima titik bantuan Mabes TNI AD,” ujarnya.
Menurut dia, setiap titik pengolahan sampah nantinya memiliki kapasitas antara lima hingga 10 ton sampah per hari.
Dengan kapasitas tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan volume sampah mencapai sekitar 125 ton per hari yang diharapkan dapat terealisasi pada periode Agustus hingga Oktober 2026.
“Kapasitas pengolahan di setiap titik berkisar antara lima hingga 10 ton per hari. Dengan demikian target pengurangan sampah mencapai sekitar 125 ton per hari dan diharapkan dapat terealisasi pada Agustus hingga Oktober,” kata Farhan.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.