Garut (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Pariwisata menyiapkan Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi destinasi wisata kereta api unggulan yang menawarkan berbagai jenis wisata untuk memberikan pelayanan penumpang KA Papandayan Panoramic yang saat ini okupansinya tembus 100 persen.
"Garut memiliki potensi wisata yang luar biasa dan kami melihat peluang besar untuk mengembangkan berbagai produk wisata terintegrasi berbasis kereta api di wilayah ini," kata Direktur Utama KAI Pariwisata Raden Agus Dwinanto Budiadji di Garut, Jumat.
Ia menuturkan, PT KAI Pariwisata sebagai bagian dari PT KAI terus memperkuat perannya sebagai layanan perjalanan dengan memberikan pengalaman menarik berbasis kereta api.
Upaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk penumpang KA pariwisata, kata dia, maka pihaknya saat ini melakukan peninjauan langsung layanan KA Papandayan Panoramic menuju Garut memastikan kualitas pelayanan, kebersihan, serta kenyamanan pelanggan tetap terjaga sesuai standar terbaik.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan," katanya.
Ia menyampaikan, peninjauan tersebut sekaligus bagian dari upaya KAI Wisata dalam mempersiapkan Garut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan berbasis kereta api di Indonesia.
Ia mengatakan, tidak hanya memberikan fasilitas yang terbaik selama perjalanan, tapi juga PT KAI akan melengkapi mini museum kereta api di Stasiun Garut untuk memberikan kesan yang menarik bagi pelanggan.
"Kehadiran mini museum tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata baru sekaligus sarana edukasi untuk memperkenalkan sejarah dan perkembangan perkeretaapian Indonesia kepada masyarakat," katanya.
Ia menyampaikan, saat ini KAI Pariwisata sedang mempersiapkan berbagai paket wisata terintegrasi yang mengombinasikan perjalanan kereta api dengan destinasi unggulan Garut, mulai dari kawasan pegunungan, wisata alam, pemandian air panas, hingga kuliner khas daerah.
Menurut dia, Garut memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan, mulai dari aksesibilitas, keindahan alam, kekayaan budaya, hingga potensi pengembangan pengalaman wisata berbasis kereta api.
Upaya pengembangan itu, kata dia, karena okupansi KA Papandayan Panoramic mampu menembus lebih dari 100 persen cukup tinggi minat masyarakat terhadap perjalanan wisata menuju Garut.
Sepanjang periode Januari sampai Mei 2026, kata dia, volume pelanggan rute Papandayan dari Stasiun Gambir–Bandung–Garut (PP) tercatat mencapai 10.868 pelanggan dengan tingkat okupansi rata-rata di atas 100 persen.
"Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik menikmati perjalanan wisata berbasis kereta api. Kami optimistis tren positif ini akan terus tumbuh seiring peningkatan kualitas layanan dan pengembangan produk wisata yang lebih inovatif," katanya.
Terkait kesiapan menjelang musim libur sekolah, kata dia, KAI Pariwisata akan menawarkan program Promo Schooliday dalam rangka menyambut musim liburan sekolah yang berlangsung selama Juni–Juli 2026 dengan berbagai promo menarik bagi pelanggan.
Ia menyebutkan, program tersebut meliputi Kereta Wisata Charter dengan harga khusus untuk keluarga dan rombongan, kemudian program Rail Transit Hotel Gratis makanan ringan untuk tamu yang membawa anak, dan program Shower & Locker paket keluarga dua dewasa dan satu anak. Selanjutnya ada diskon untuk anggota keluarga berupa minuman anak, mainan anak, atau perlengkapan mandi ramah anak.
Ia menyampaikan, KAI Pariwisata akan terus mendukung pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah melalui layanan dan pengalaman perjalanan yang berkualitas, untuk itu berharap adanya dukungan dari pemangku kepentingan, khususnya pemerintah di Garut.
"Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah daerah Garut dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin kuat sehingga memberikan manfaat bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.