Garut, Jawa Barat (ANTARA) - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat terus menggencarkan  pengendalian serangan hama tikus di tanaman padi agar kerusakan tidak semakin meluas dan menyebabkan lahan pangan tidak bisa panen maksimal.

"Pengendalian hama melalui gerakan pengendalian rutin dilakukan oleh para petani bersama dengan petugas di lapangan," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian Dispertan Garut Susi Suhartianti di Garut, Kamis.

Ia menuturkan serangan hama tikus menjadi perhatian Dispertan Garut bersama petani dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pengendalian agar tidak terus meluas yang dapat menyebabkan kerusakan atau gagal panen.

Upaya yang dilakukan, kata dia, dengan memberikan bantuan belerang dan pestisida kepada petani, kemudian peminjaman alat pengendalian seperti emposan atau kepulan asap beracun.

"Kami memberikan bantuan belerang sama pestisida itu juga terbatas, pinjaman alat pengendalian seperti emposan kami bawa dari brigade," katanya.

Ia menyebutkan upaya pengendalian sudah dilakukan secara serentak, dan akan terus dilakukan di daerah yang dilaporkan terdapat serangan masif hama tikus.

Sejauh ini, kata dia, dilaporkan yang sudah terserang hama tikus terjadi di 17 kecamatan, namun kondisinya tidak sampai menyebabkan puso karena sudah dilakukan pengendalian.

"Yang terserang 17 kecamatan dengan kondisi ringan tidak menyebabkan puso," katanya.

Menurut dia, pengendalian hama tikus dengan cara pemberian pestisida dan emposan itu cukup berhasil dengan tercatat pada Mei 2026 dilaporkan serangan melanda lahan sekitar 120 hektare, kemudian pada Juni hanya 90 hektare yang masih ada serangan hama tikus.

"Adanya penurunan serangan sekitar 25 persen, namun di tempat lain ada serangan lagi cuma kenaikannya tidak tinggi," katanya.

Ia menyampaikan serangan hama tikus itu diperkirakan akan masih terus terjadi, sehingga pihaknya bersama petani akan terus masif dan serentak melakukan pengendalian hama.

Jika petani membutuhkan bantuan untuk pengendalian hama tersebut, kata dia, secepatnya bisa melapor ke petugas lapangan untuk selanjutnya dikoordinasikan oleh Dispertan Garut.

"Bila memerlukan dukungan sarana dinas dan tersedia biasanya mereka langsung mengajukan ke dinas," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026