Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memperkuat iklim investasi daerah melalui penerapan layanan perizinan terpadu di Mal Pelayanan Publik (MPP) guna memberikan kemudahan dan kepastian layanan bagi para investor. 

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Rabu, mengatakan kemudahan perizinan menjadi salah satu strategi untuk menarik lebih banyak investasi yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. 

"Kami memberikan karpet merah bagi para investor dengan mempermudah proses perizinan. Saat ini kami telah menerapkan one stop service di Mal Pelayanan Publik sehingga proses perizinan bisa berjalan cepat dan tidak ada lagi illegal cost bagi investasi yang masuk," katanya.

Menurut Dony, kepastian layanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dalam menanamkan modalnya di Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut dinilai penting oleh pemerintah daerah guna memperkuat posisi Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan.

Pemkab menyebut realisasi investasi di Sumedang pada 2025 mencapai Rp5,63 triliun atau meningkat 48,32 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp3,80 triliun dengan menyerap 5.876 tenaga kerja.

Sejalan dengan upaya menarik investasi, Pemkab Sumedang juga menawarkan sejumlah kawasan strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kawasan tersebut meliputi kawasan industri BUTOM (Buahdua, Ujungjaya, dan Tomo) seluas sekitar 4.900 hektare, Kawasan Industri Dwipapuri, serta sejumlah destinasi wisata yang dinilai memiliki prospek pengembangan.

"Sumedang juga memiliki kawasan strategis yang telah ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah, di antaranya kawasan industri BUTOM seluas sekitar 4.900 hektare, Kawasan Industri Dwipapuri, serta kawasan wisata," katanya menjelaskan. 

Selain sektor industri, Sumedang juga membuka peluang investasi di bidang penyediaan air bersih karena sumber daya air yang melimpah, mulai dari bendungan hingga aliran Sungai Cimanuk, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan.

Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Barat Almer Faiq Rusyidi mengatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal masuknya investasi di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang.

"KADIN sebagai mitra strategis pemerintah siap mengawal investasi di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang," katanya.

Ia menambahkan, KADIN juga menawarkan peluang kerja sama di sektor investasi air melalui sinergi dengan Perumda Air Minum, serta pengembangan solusi berbasis data dan teknologi informasi untuk mendukung implementasi konsep smart city di Kabupaten Sumedang.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026