Bandung (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi siswa angkatan pertama SMAN 28 Bandung yang diterima melalui jalur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan berjalan, meski sementara menumpang di SMAN 23 Bandung.
Kepala Disdik Jawa Barat (Jabar) Purwanto menerangkan siswa SMAN 28 Bandung akan dititipkan sementara di SMAN 23 Bandung agar KBM tahun ajaran 2026/2027 tetap berjalan tepat waktu, sambil menunggu proyek konstruksi bangunan sekolah baru tersebut di Jalan Pacuan Kuda, Kecamatan Arcamanik, rampung akhir tahun ini.
"Iya, itu sudah ada, sudah ada peminatnya. Belajarnya nanti itu ada di SMAN 23 sementara," kata Purwanto di Bandung, Selasa.
Purwanto menjelaskan animo masyarakat di kawasan timur Kota Bandung untuk mendaftar ke sekolah baru tersebut tergolong tinggi, karena wilayah Kecamatan Arcamanik selama ini belum memiliki fasilitas SMA negeri guna mengakomodasi zonasi padat penduduk.
Meskipun saat ini titik lokasi proyek masih berupa lahan kosong tanpa ruang kelas ataupun fasilitas dasar pendidikan, Disdik Jabar menegaskan proses administrasi kelulusan siswa tidak mengalami penundaan.
"Sudah menerima siswa," ujar Purwanto.
Menurut dia, dinamika di lapangan saat ini sudah memasuki tahapan krusial yakni pembersihan area tapak bangunan sebelum struktur utama didirikan oleh kontraktor dalam waktu dekat.
"SMAN 28 ini sudah mulai pengosongan (lahan) kan sekarang," ucapnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar membidik target pengerjaan kilat selama satu semester ke depan pada tahun 2026, sehingga para siswa angkatan pertama diproyeksikan sudah bisa menempati ruang kelas baru mereka pada awal semester genap mendatang.
"Desember harus sudah selesai. Mudah-mudahan lima bulan selesai," tutur Purwanto.
Kondisi SMAN 28 Bandung ini, diakui Purwanto, berbeda signifikan dengan sekolah baru lainnya yang dibuka serentak pada tahun ini yakni SMAN 29 Bandung di Jalan Radjiman (Kantor Disdik Jabar).
Untuk SMAN 29, infrastruktur dasar dinilai jauh lebih siap karena telah memiliki ruang belajar permanen yang langsung bisa digunakan sejak hari pertama masuk sekolah.
"SMAN 29 sudah ada kelasnya, ya di tempat yang akan dibangun itu, sudah ada ruang kelasnya yang sudah jadi," kata Purwanto.
Adapun Kepala SMAN 28 Bandung Ai Sumiati mengatakan sekolah yang dipimpinnya membuka enam rombongan belajar (rombel) pada tahun pertama operasional.
Setiap rombel akan diisi 36 siswa, sehingga total daya tampung mencapai 216 siswa, namun menurutnya peminat ke sekolah tersebut telah mencapai 600 orang dalam SPMB 2026 ini.
Pewarta: RPGEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.