Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memastikan pelayanan langsung terhadap masyarakat tetap berjalan maksimal meski efisiensi diberlakukan setelah harga Bahan Bakar Migas jenis Pertamax dan Pertamax Green dinaikkan pemerintah pusat.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Selasa, mengatakan pembatasan penggunaan kendaraan dinas diberlakukan di sejumlah organisasi perangkat daerah guna menghemat penggunaan BBM dan energi lainnya, tidak akan berdampak terhadap pelayanan langsung di setiap dinas dan instansi.

Pembatasan sejumlah kegiatan, termasuk perjalanan dinas diutamakan yang sifatnya penting dan menyentuh langsung ke masyarakat, serta tidak menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi atau lainnya, dimana ASN di lingkungan dinas diminta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi guna menghemat BBM.

"Efisiensi di beberapa dinas yang memiliki kendaraan dinas kembali dilakukan, penggunaannya dengan skala prioritas, namun hal tersebut tidak sampai mengganggu pelayanan langsung terhadap masyarakat," katanya.

Sedangkan efisiensi dialihkan ke beberapa kegiatan operasional yang lebih membutuhkan, seperti penggunaan kendaraan dinas untuk berbagai pelayanan rutin langsung ke kecamatan hingga desa, dan BBM untuk penanganan sampah di Dinas Lingkungan Hidup Cianjur.

Dimana truk pengangkut sampah dipastikan tetap berjalan maksimal setiap harinya dengan anggaran untuk operasional akan dinaikkan seiring kenaikan BBM, serta operasional untuk sejumlah alat berat milik Dinas PUTR Cianjur yang juga mengalami kenaikan.

"Kami pastikan berbagai pelayanan langsung terhadap masyarakat tetap berjalan maksimal seiring kenaikan harga BBM, dimana sejumlah pengurangan akan dilakukan di sejumlah dinas dialihkan ke dinas yang mengalami kenaikan biaya operasional," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur Ahmad Rifai mengatakan pihaknya mengarahkan ASN di lingkungan dinas menggunakan kendaraan pribadi hanya dalam berbagai kegiatan dengan skala prioritas guna menekan angka pengeluaran dan penggunaan bahan bakar.

Pihaknya meminta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Cianjur dan masyarakat menerapkan pola konsumsi energi yang lebih hemat, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan dinas hanya untuk keperluan mendesak.

"Efisiensi operasional menjadi langkah penting, termasuk di lingkungan Pemkab Cianjur agar beban pengeluaran akibat kenaikan harga BBM tidak terus membengkak, termasuk memarkirkan kendaraan dinas ketika tidak dipakai di lingkungan Setda Cianjur," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026