Garut (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan saat ini sejumlah dinas terkait masih melakukan kajian kondisi lahan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cikelet untuk memastikan daerahnya aman dan layak didirikan bangunan sekolah.
"Jadi, masing-masing SKPD sekarang, terutama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pertanian, sama PUPR sedang mengkaji ulang secara teknis," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana kepada wartawan di Garut, Senin.
Ia menuturkan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang saat ini sudah berjalan angkatan pertama yang sementara waktu dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Samarang.
Sambil program Sekolah Rakyat itu berjalan, kata dia, Pemkab Garut menyiapkan lahan untuk dibangun Sekolah Rakyat secara permanen yang rencananya saat ini lahannya di Kecamatan Cikelet.
Ia menyampaikan, kondisi lahan di daerah selatan itu masih harus dilakukan kajian terlebih dahulu, karena berdasarkan kajian sementara daerahnya terdapat gelombang yang perlu dipertimbangkan terkait kelayakannya.
"Minggu ini nanti akan diusulkan ulang dengan pimpinan bagaimana, nanti mungkin Pak Bupati, nanti diskusi ulang, mau mengambil keputusannya seperti apa," katanya.
Ia mengatakan, semula lahan untuk Sekolah Rakyat sudah ditentukan di Kecamatan Samarang tahun anggaran 2025, namun karena harga tanah belum ada kesepakatan akhirnya mencari lahan lain di Kecamatan Cikelet daerah selatan Garut.
"Awalnya 2025 akhir kan batal dibeli karena masyarakat di sana tidak setuju dengan harga yang diajukan oleh pemerintah," katanya.
Ia menyampaikan luas lahan untuk pembangunan sekolah itu sekitar 8 hektare yang disediakan lahannya oleh Pemkab Garut, sedangkan anggaran pembangunan infrastrukturnya oleh pemerintah pusat.
Terkait target lahan siap dibangun Sekolah Rakyat, kata dia, diharapkan secepatnya, namun terlebih dahulu saat ini fokus terhadap kesiapan lahannya yang aman dan layak.
"Saya belum tahu (targetnya), kalau misalnya minggu ini sudah ada rapat koordinasi dengan semua baru nanti akan ada jawaban (target)," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.