Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memanfaatkan aplikasi digital untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak sebagai upaya mempercepat upaya menuju target zero stunting.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila di Sumedang, Senin, mengatakan inovasi aplikasi tersebut menjadi bagian dari penguatan intervensi berbasis data dalam penanganan.

"Inovasi aplikasi bukan sekadar peluncuran sebuah teknologi, tetapi simbol penanganan dan pembangunan kesehatan. Kita harus bekerja bersama, bergerak bersama, sehingga cita-cita mewujudkan Sumedang bebas stunting dapat tercapai," katanya.

Menurut dia, inovasi digital diperlukan untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berlangsung lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran sehingga intervensi dapat segera dilakukan apabila ditemukan risiko.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Sumedang terus berupaya mempertahankan tren penurunan kasus dalam beberapa tahun terakhir melalui berbagai program kolaboratif lintas sektor.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menunjukkan prevalensi stunting pada balita usia 0 hingga 59 bulan di Kabupaten Sumedang dari 10,99 persen tahun 2021 menjadi 8,27 persen di tahun 2022 dan tahun 2023 turun jadi 7,89 persen.

Angka tersebut terus menurun pada tahun 2024 turun jadi 7,32 persen dan data terakhir persentase stunting Kabupaten Sumedang pada tahun 2025 adalah 6,74 persen.

Pemerintah Kabupaten Sumedang juga mencatat sebanyak 68.605 balita telah diukur melalui kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB), atau mencapai 99,61 persen dari total sasaran 68.873 balita untuk memastikan validitas data.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada kalangan akademisi dan seluruh mitra yang telah mendukung percepatan penurunan melalui penyediaan data, riset, serta inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat.

"Kolaborasi penggunaan data seperti inilah yang dibutuhkan untuk membedah berbagai persoalan dan mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Fajar meminta seluruh perangkat daerah agar terus mengawal program percepatan penurunan secara berkelanjutan hingga target zero stunting di Kabupaten Sumedang dapat tercapai.

Ia menambahkan keluarga menjadi pondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 karena dari keluargalah lahir anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026