Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah Mekarsari yang mengalami kenaikan tetap berjalan maksimal dengan 41 armada truk sampah yang sudah berusia tua.

Kepala DLH Cianjur Komarudin di Cianjur, Senin, mengatakan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah masih kurang, sehingga tonase sampah yang diangkut mengalami kenaikan dari 450 ton menjadi 700 ton per hari.

Selama ini DLH Cianjur masih mengandalkan 41 armada pengangkut sampah yang mayoritas lama dari pengadaan tahun 2009, dan delapan unit diantaranya dalam kondisi baik dan prima sehingga dapat melayani pengangkutan hingga tiga kali dalam sehari.

"Jumlah armada yang tersedia saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menangani timbunan sampah di Cianjur, seharusnya ada 50 unit dump truck berkapasitas delapan ton agar pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan maksimal," katanya.

Armada yang masih dalam kondisi baik ungkap dia, dapat mengangkut sampah hingga tiga kali perjalanan setiap hari dari tempat pembuangan sementara (TPS) di kota ke TPAS Mekarsari yang berjarak lebih dari 20 kilometer di wilayah timur Cianjur.

Sedangkan kendaraan yang sudah tua hanya dapat melakukan satu kali pengangkutan per hari karena terkendala usia kendaraan dan jarak tempuh menuju TPAS yang cukup jauh dengan medan yang dilalui cukup berat atau berbelok dan menanjak.

Keterbatasan armada berpengaruh terhadap pelayanan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah sehingga masih banyak ditemukan tumpukan sampah yang belum dapat terangkut sesuai jadwal mulai dari pusat kota hingga wilayah utara.

“Kami ingin pelayanan lebih cepat, tetapi kondisi kendaraan menjadi kendala, sehingga masih ada sampah yang belum terangkut tepat waktu karena armada yang tersedia tidak mampu mengejar target pengangkutan,” katanya.

Sejak jauh hari pihaknya telah mengajukan bantuan kendaraan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan harapan segera terkabul mendapatkan sekitar 23 unit kendaraan pengangkut berukuran kecil.

“Harapan kami di Oktober atau November tahun ini bantuan dari pusat sudah sampai ke Cianjur, sehingga dapat membantu pelayanan pengangkutan sampah,” katanya.

Sedangkan terkait masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah dari rumah sebelum di TPS menjadi faktor penyebab meningkatnya tonase sampah yang dibuang ke TPAS setiap harinya, sehingga sosialisasi terus digencarkan melibatkan aparat kecamatan, desa hingga lingkungan RT.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026