Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, akan mengevaluasi kepala sekolah (kepsek) yang baru menerima penugasan, apabila dalam enam bulan ke depan tidak mampu menunjukkan kemajuan maupun inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas sekolah.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Senin, mengatakan kepala sekolah memegang peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan, sehingga setiap pemimpin sekolah dituntut mampu menghadirkan perubahan yang nyata.
"Kalau dalam enam bulan tidak ada kemajuan atau terobosan, tentu akan kita evaluasi. Saya menaruh harapan besar karena mereka menempati jabatan yang sangat strategis," katanya.
Ia menyampaikan penugasan sebagai kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah untuk menggerakkan seluruh sumber daya pendidikan agar menghasilkan capaian yang lebih baik.
Menurut dia, pemerintah daerah akan memantau perkembangan kinerja para kepala sekolah yang baru ditugaskan untuk memastikan target peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai.
“Hari ini kami menyerahkan SK (Surat Keputusan) kepada 102 guru yang mendapat penugasan sebagai kepala sekolah, terdiri atas 94 guru pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan delapan guru pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ujarnya.
Dian menegaskan kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga menghadirkan inovasi dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Ia mengatakan seorang kepala sekolah dituntut menjadi teladan dalam kedisiplinan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan.
Selain itu ia meminta kepala sekolah memperhatikan kondisi fisik dan kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Fasilitas yang tidak terawat, kata dia, dapat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar dan mencerminkan lemahnya pengelolaan sekolah.
"Saya tidak mau melihat WC rusak, kaca kusam, rumput tinggi, pintu rusak bertahun-tahun, atau genteng melorot. Jangan bicara mutu pendidikan jika hal-hal mendasar seperti itu masih diabaikan," katanya.
Ia menambahkan keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan perawatan lingkungan sekolah, karena kepala sekolah dituntut kreatif mencari solusi dan membangun lingkungan belajar yang bersih, aman, serta nyaman bagi peserta didik.
"Prestasi harus menjadi pertimbangan utama. Sementara yang tidak menunjukkan kinerja baik harus dievaluasi secara objektif," ucap Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Kuningan evaluasi kepsek yang tak tunjukkan kemajuan & inovasi
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.