Garut (ANTARA) - Bupati Garut, Jawa Barat Abdusy Syakur Amin menyatakan pihaknya sudah menurunkan tim khusus dari Inspektorat untuk mengawasi pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di kabupaten setempat sebagai antisipasi praktik kecurangan.
"Ya (ada tim) Inspektorat juga turun," kata Bupati Garut kepada wartawan di Garut, Senin.
Ia menuturkan saat ini sedang melaksanakan tahapan SPMB sekolah negeri di tingkat SD dan SMP, yang di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Garut, dan SMA/SMK negeri di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa barat.
Pemkab Garut, kata dia, secara khusus sudah membuat surat edaran terkait manajemen SPMB yang harus transparan dan tidak ada unsur yang merugikan, dan juga mempersilakan masyarakat untuk lapor apabila ada kecurangan.
"Kita sudah membuat surat edaran terkait dengan manajemen SPMB ya, saya selalu nitip ke mereka, nanti kalau ada (curang) lapor," katanya.
Jika terjadi sesuatu yang diindikasi melanggar aturan, kata dia, pihaknya akan langsung mengingatkan sekolah untuk melaksanakan tugasnya sesuai aturan.
"Ada beberapa kemarin, bahkan ada kejadian yang kemudian diingatkan kembali oleh Inspektorat," katanya.
Ia menambahkan surat edaran pencegahan praktik yang melanggar aturan saat SPMB tersebut merupakan arahan langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Cara kerjanya, kata dia, tim pengawas dari Inspektorat tersebut melakukan pengawasan langsung ke sekolah yang memiliki kategori subjektif atau banyak peminatnya.
"Inspektorat-inspektorat yang datang, mereka mengecek juga, terutama yang kategori agak ini subjektif," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.