Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mempercepat program pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran di daerah tersebut.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Sabtu, mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui sinergisitas dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Menurut dia, penguatan pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Pelatihan vokasi harus selaras dengan kebutuhan pasar kerja sehingga peserta memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan siap bersaing,” katanya.
Selain pelatihan vokasi, kata dia, pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga membahas upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja serta pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda.
Ia menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen menyelaraskan program pembangunan ketenagakerjaan dengan kebijakan yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan dan BBPVP Bandung.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kuningan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan pengembangan kewirausahaan juga diperlukan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Ia mengatakan upaya tersebut diharapkan, dapat memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat di berbagai sektor ekonomi.
“Dengan dukungan program vokasi yang tepat sasaran, kami optimistis pengangguran dapat ditekan dan daya saing tenaga kerja semakin meningkat,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.