Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menyiapkan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menopang ekonomi daerah.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Sabtu, mengatakan BUMDes memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi desa yang secara langsung akan berdampak pada penguatan struktur ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

"Ini merupakan kegiatan yang sangat bermakna dan bermanfaat. Keberadaan BUMDes memiliki potensi yang sangat besar. Namun pertanyaannya, sejauh mana potensi itu dapat diubah menjadi produktivitas," katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa penguatan akan dilakukan melalui Program BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor sebagai upaya mempercepat transformasi ekonomi desa berbasis inovasi dan digitalisasi.

Ia menegaskan penguatan BUMDes menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

"BUMDes harus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi desa. Dari desa yang kuat, akan terbentuk struktur ekonomi daerah yang lebih kokoh dan berdaya saing," ujarnya.

Dony menjelaskan potensi desa di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata perlu dikelola secara profesional agar mampu menghasilkan nilai tambah dan terintegrasi dalam rantai ekonomi daerah.

"Potensi dan sumber daya alam yang ada di desa harus diaktualisasikan menjadi produktivitas yang bernilai tambah sehingga memberi dampak ekonomi yang lebih luas," tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang, terdapat sekitar 172 BUMDes yang tersebar di 26 kecamatan dengan tingkat perkembangan yang beragam.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih berada pada kategori dasar, sementara sebagian lainnya telah berkembang, dan sebagian kecil sudah masuk kategori maju.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang juga mencatat tingkat kemiskinan pada 2025 berada di angka 8,81 persen atau sekitar 105.820 jiwa, sehingga penguatan BUMDes dinilai menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis desa.

Dony menambahkan, penguatan BUMDes juga harus didukung kolaborasi pentahelix, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta digitalisasi tata kelola agar mampu bersaing dalam ekonomi modern.

"BUMDes harus mampu mengubah harapan menjadi kenyataan melalui peningkatan kualitas SDM, tata kelola yang akuntabel berbasis digitalisasi, serta inovasi dalam pengembangan usaha," katanya.

Ia berharap BUMDes unggulan dapat menjadi percontohan yang direplikasi di desa lain sehingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa sekaligus ekonomi daerah dapat semakin kuat dan merata.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026