Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menjadikan Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, sebagai laboratorium pengentasan kemiskinan melalui program terpadu berbasis data bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati di Sumedang, Sabtu, mengatakan Desa Cijeler dipilih sebagai lokasi piloting karena dinilai memiliki potensi menjadi model peningkatan kesejahteraan masyarakat.  

"Desa Cijeler dipilih sebagai piloting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dari berbagai sektor pembangunan. Harapannya, model ini dapat menjadi contoh yang nantinya direplikasi ke wilayah lain," katanya. 

Menurut Tuti, program tersebut dirancang untuk menangani kemiskinan secara lebih terukur melalui integrasi berbagai data masyarakat sebagai dasar penyusunan intervensi. 

Data yang dihimpun mencakup kemiskinan desil satu hingga lima, anak putus sekolah, angka pengangguran, serta kondisi kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah. 

"Data-data tersebut akan dipetakan dalam satu platform. Pemprov Jawa Barat memiliki platform Satu Data Jabar (SADa Jabar), sementara Sumedang memiliki platform Desa Cantik," ujarnya.

Dirinya menyebut kedua data tersebut akan diintegrasikan melalui interoperabilitas data sehingga data by name by address dapat terlihat secara jelas, termasuk bentuk intervensi yang harus dilakukan kepada masing-masing sasaran.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan penyelarasan dan pemutakhiran data ditargetkan selesai pada Juni 2026 agar pelaksanaan intervensi kepada masyarakat sasaran dimulai Juli mendatang.   

"Desa Cijeler hanyalah pintu masuk. Dalam tiga bulan ke depan program ini akan direplikasi ke seluruh desa di Kecamatan Situraja, dan selanjutnya diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang," katanya.

Tuti menilai program tersebut menjadi terobosan dalam pengentasan kemiskinan karena didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sejumlah instansi terkait.

Ia menyebutkan dukungan itu juga diwujudkan melalui bantuan pengembangan peternakan berupa 500 ekor ayam Sentul tahap kedua kepada masyarakat Desa Cijeler.

"Sebelumnya juga telah disalurkan 500 bibit ayam Sentul serta kami juga mengintegrasi program melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa guna memantapkan upaya tersebut," ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan mengintegrasikan berbagai program lintas sektor guna memperkuat pelaksanaan piloting di lapangan.

Program percontohan di Desa Cijeler tersebut diharapkan menjadi model penanganan kemiskinan berbasis data yang dapat direplikasi secara bertahap ke seluruh wilayah Sumedang guna mewujudkan intervensi pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

 



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026