Bandung (ANTARA) - Universitas Pasundan (Unpas) menyebut telah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk membuka akses bagi para lulusannya agar dapat berkiprah dan magang di luar negeri.
Langkah taktis ini, kata Rektor Unpas Prof Dr Azhar Affandi, dilakukan guna membekali lulusan dengan kompetensi global di tengah ketatnya persaingan pasar kerja, yang dipicu oleh penetrasi teknologi yang masif.
"Kami sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan adanya kerja sama itu, alumni memiliki peluang untuk berkiprah atau magang terlebih dahulu di luar negeri," kata Azhar di sela Wisuda Gelombang II Unpas Tahun Akademik 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Sabtu.
Azhar menekankan bahwa ijazah akademik saja kini tidak lagi cukup. Perguruan tinggi dituntut melahirkan sumber daya manusia yang adaptif melalui kepemilikan sertifikasi profesi keahlian tambahan.
"Harapan kami para alumni bukan hanya punya ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi dan keahlian tambahan agar bisa bersaing di pasar tenaga kerja," ujarnya.
Pada prosesi wisuda kali ini, Unpas melepas 1.075 lulusan dari tujuh fakultas dan Program Pascasarjana. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi penyumbang wisudawan terbesar dengan 211 orang, disusul Fakultas Teknik 157 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 150 orang, serta Fakultas Hukum 135 orang.
Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meluluskan 77 orang, Fakultas Ilmu Seni dan Sastra 42 orang, dan Fakultas Kedokteran 4 orang. Adapun Program Pascasarjana berkontribusi menyumbang 299 lulusan magister dan doktor, dengan mayoritas berasal dari Magister Manajemen sebanyak 73 orang.
Kualitas akademik Unpas ini turut mendapat afirmasi dari Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr Lukman yang mengungkapkan Unpas merupakan salah satu dari segelintir kampus elit yang meraih akreditasi tertinggi.
"Dari 516 perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan Banten, hanya 19 perguruan tinggi yang telah meraih predikat unggul dan Universitas Pasundan menjadi salah satunya. Wisuda di Unpas menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul," tutur Lukman.
Pada momentum wisuda bertema "Wujudkan Mimpi dalam Harmoni untuk Masa Depan yang Gemilang" ini, Pascasarjana Unpas juga memberikan penghormatan khusus berupa gelar Doktor Anumerta kepada almarhum Oni Sahroni yang telah merampungkan seluruh kewajiban akademiknya sebelum wafat.
Sejumlah lulusan terbaik pun menyatakan kesiapannya untuk langsung mengabdi ke masyarakat. Dr Wide Putra Ananda peraih gelar doktor terbaik rumpun Ilmu Hukum, berencana mendorong gagasan regulasi undang-undang profesi atlet.
Senada dengan itu, Chaterine Egha Vevayosa G, wisudawan terbaik FISIP yang meraih IPK sempurna 4.00 dalam waktu 3,5 tahun, memantapkan diri untuk melanjutkan studi demi mengejar cita-citanya menjadi tenaga pendidik.
Pewarta: RPGEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.