Bandung Barat (ANTARA) - Polres Cimahi, Jawa Barat, mencatat produksi jagung 377,5 ton dari lahan seluas 334,50 hektare yang telah ditanami di Kabupaten Bandung Barat hingga Juni, sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurullah Adi Putra di Cimahi, Jumat, mengatakan sebanyak 165 ton jagung dari produksi tersebut telah diserap Perum Bulog setelah memenuhi standar kualitas berupa kadar air di bawah 14 persen dan kandungan antitoksin di bawah 50 ppb.

"Hingga Juni 2026, progres swasembada ini berjalan positif. Sebanyak 334,50 hektare lahan telah ditanami dan menghasilkan 377,5 ton jagung. Dari total panen tersebut, Bulog telah menyerap 165 ton jagung yang memenuhi standar," katanya.

Ia mengatakan Polres Cimahi masih akan memperluas areal tanam jagung pada tahun ini hingga mencapai 1.700 hektare di Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, Polres Cimahi membidik produksi jagung sebanyak 2.500 ton yang ditargetkan dapat diserap Bulog sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Polres Cimahi menyalurkan bantuan kepada kelompok tani berupa traktor bajak, pupuk NPK (Nitrogen Fosfor Kalium), hingga bibit jagung unggul hibrida.

"Tentunya kami juga memberikan bantuan, sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin," katanya.

Menurut dia, keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Ia berharap optimalisasi lahan tidur melalui kemitraan dengan kelompok tani dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026