Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menggencarkan edukasi politik bagi pelajar sebagai upaya dari target jangka panjang untuk menjangkau sekitar 45 ribu pemilih muda yang kritis saat Pemilu 2029.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, di Sumedang, Kamis, mengatakan sekolah menjadi ruang strategis dalam menanamkan kesadaran politik sejak dini sehingga dapat memahami secara utuh dan tidak hanya bergantung pada informasi dari media sosial.
“Pendidikan politik bukan untuk mengarahkan pilihan, tetapi membekali siswa agar berpikir kritis, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mampu mengambil keputusan secara bijak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjadi pemilih pemula yang cerdas, tidak mudah percaya hoaks, serta menjauhi praktik politik uang dalam proses demokrasi.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang sebelumnya telah memperluas program edukasi politik bagi pemilih muda untuk memperkuat literasi demokrasi sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih.
Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, menjelaskan pihaknya menargetkan sekitar 45 ribu pemilih muda dapat terjangkau program edukasi hingga 2029 dari total sekitar 93 ribu pemilih pemula di daerah tersebut.
“Kami menargetkan 10.000 siswa per tahun, sehingga dalam tiga tahun dapat menjangkau sekitar 45 ribu pemilih muda,” katanya.
Program edukasi tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, kunjungan rutin ke sekolah, serta penerapan e-voting dalam pemilihan ketua OSIS dan MPK sebagai sarana pembelajaran demokrasi.
Melalui program ini kolaborasi KPU Sumedang dengan Pemkab Sumedang ditargetkan akan menghasilkan peningkatan partisipasi pemilih dari 84 persen menjadi 89 persen pada Pemilu 2029, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di daerah.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.