Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggarap potensi ekspor komoditas perkebunan berupa kopi, teh, dan kakao asal Jawa Barat ke-11 negara.
Hal ini, diharapkan bisa terealisasi setelah adanya konfirmasi kehadiran langsung puluhan pembeli internasional (buyer) dari 11 negara, termasuk Duta Besar Pakistan untuk Indonesia dalam West Java International Industry and Trade Expo (Wiitex) 2026 pada 12-14 Juni 2026 di Summarecon Bandung yang juga diisi oleh agenda business matching.
"Ini kesempatan yang luar biasa. Business matching ini benar-benar menjadi perhatian utama kita karena menjadi motor terjadinya kesepakatan dagang (deal). Kami mencatat ada 42 buyer dari 11 negara yang siap hadir," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani, di Bandung, Kamis.
Nining merinci, pembeli dari sejumlah negara yang terkonfirmasi hadir dalam ajang pameran agroindustri hulu-hilir perdana Jabar ini antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Selain itu, ada buyer dari Jerman yang dipastikan akan berpartisipasi secara daring karena kendala perbedaan zona waktu.
Untuk mengoptimalkan peluang kontrak, Nining mengaku Pemprov Jabar telah memberikan pelatihan intensif (bootcamp) sebanyak dua kali kepada 72 pelaku usaha lokal terkurasi agar mampu melakukan presentasi bisnis secara menarik di hadapan para importir global.
Ajang Wiitex 2026 juga akan langsung merealisasikan pelepasan ekspor sebanyak dua kontainer kopi menuju Mesir, serta penandatangan kesepakatan dagang (MoU) untuk sejumlah pelaku usaha lokal seperti.
Sementara itu di tempat lainnya, Ketua Tim Perkebunan pada Ditjen PEN Kementerian Perdagangan RI, Irman Adi Purwanto Moefthi, menilai agresivitas Pemprov Jabar dalam menjaring pasar internasional merupakan langkah strategis yang berjalan paralel dengan persiapan Trade Expo Indonesia (TEI) nasional pada Oktober 2026 mendatang.
"Kehadiran buyer-buyer dari luar negeri ini diusung baik oleh perwakilan perdagangan kita di 33 negara ditambah perwakilan RI melalui Duta Besar maupun Konsul Jenderal. Kami harapkan diversifikasi pasar membuat ketergantungan produk kita ke satu atau dua negara menjadi semakin berkurang," tutur Irman.
Pewarta: RPGEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.