Cianjur (ANTARA) - Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menurunkan satu unit mobil damkar dan empat orang petugas guna memadamkan api yang membakar rumah semi permanen milik warga di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kamis.

Komandan Damkar Regu 3 WMK 5 Cibeber Ayi Dedi di Cianjur, Kamis, mengatakan tidak ada korban jiwa, namun pemadaman dapat dilakukan dengan setelah satu jam, sehingga api tidak sampai menjalar ke bangunan rumah lainnya.

Setelah dilakukan pendinginan guna memastikan api sudah benar-benar padam, petugas gabungan melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang menimpa rumah milik Kamaludin yang dihuni bersama lima orang anggota keluarganya.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan rumah semi permanen nyaris rata dengan tanah dilahap api, kerugian ditaksir lebih dari ratusan juta, dimana penyebab kebakaran masih diselidiki," katanya.

Dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik yang menyebabkan kebakaran, namun pihaknya masih melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian guna memastikan penyebabnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan sumber api di dalam rumah dalam kondisi padam guna mencegah kejadian serupa terulang.

Termasuk menjelang masuknya musim kemarau, masyarakat diminta untuk tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan saat membersihkan lingkungan guna menghindari kebakaran lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau.

"Kami meminta masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan tidak sembarangan membakar sampah atau membuang puntung rokok yang masih menyala karena dapat memicu terjadinya kebakaran lahan saat musim kemarau," katanya.

Sementara kebakaran rumah milik Kamaludin pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat asap tebal keluar dari atap rumah, sehingga pemilik dan keluarganya langsung berhamburan keluar rumah dan terpaksa mengungsi sementara.

"Kami hanya melihat asap tebal keluar dari atas atap rumah, tidak tahu pasti penyebabnya korban bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya karena api dengan cepat membakar bangunan hingga nyaris rata dengan tanah," kata saksi mata warga sekitar Yadi Akung.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026