Cirebon (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Jawa Barat, memperkuat pemahaman aparatur sipil negara (ASN) mengenai penerapan manajemen talenta guna mendukung pengembangan karir berbasis kompetensi dan kinerja.

Kepala BKPSDM Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno, di Cirebon, Kamis, mengatakan manajemen talenta dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama bagi ASN yang memiliki kompetensi, integritas, dan kinerja baik dalam pengembangan jenjang karir.

"Manajemen talenta memberikan kesempatan yang sama kepada ASN yang mempunyai kompetensi dan integritas kerja sebagai bagian dari pengembangan karir sekaligus memperkuat organisasi pemerintah daerah," katanya.

Menurut dia, penerapan manajemen talenta juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta fungsi pemerintahan lainnya.

Ia berharap sistem tersebut dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon secara lebih terukur dan objektif.

Suwarso mengatakan salah satu tantangan dalam implementasi manajemen talenta saat ini adalah belum meratanya pemahaman ASN terhadap proses dan mekanisme yang terdapat dalam sistem tersebut.

Oleh karena itu, BKPSDM Kota Cirebon berupaya memperluas sosialisasi dan pendampingan kepada perangkat daerah melalui program coaching clinic.

"Kami sedang berupaya membuka coaching clinic agar perangkat daerah dan ASN bisa memahami proses bisnis manajemen talenta, termasuk faktor-faktor yang menentukan keberhasilannya," ujarnya.

Ia menilai seluruh ASN memiliki potensi yang perlu dikembangkan, sehingga dapat berkontribusi lebih optimal terhadap kinerja organisasi pemerintah daerah.

Selain itu, BKPSDM Kota Cirebon juga tengah menyiapkan transisi penggunaan aplikasi manajemen talenta milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurut dia, penggunaan aplikasi nasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia ASN.

"Ke depan kita akan bergeser menggunakan aplikasi milik BKN yang lebih akuntabel dan menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM secara nasional," katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026