Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan gerakan penghematan energi dan bahan bakar minyak (BBM) melalui sejumlah kebijakan efisiensi di lingkungan pemerintahan guna menekan biaya operasional sekaligus membangun budaya hemat energi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Iing Daiman di Cirebon, Kamis, mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan mendorong pengurangan konsumsi energi, penghematan listrik, serta penggunaan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Menurut dia, pemerintah daerah mengajak pula aparatur dan masyarakat untuk membiasakan aktivitas yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM.
"Kami mengajak para pihak untuk menggunakan BBM secara efisien dan selektif sesuai kebutuhan," katanya.
Iing mengatakan gerakan tersebut tidak hanya bertujuan menghemat pengeluaran, melainkan membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang didorong, kata dia, yakni membiasakan berjalan kaki atau bersepeda untuk aktivitas tertentu yang memungkinkan dilakukan tanpa kendaraan bermotor.
Selain itu, pemerintah daerah menerapkan berbagai langkah efisiensi di lingkungan perangkat daerah, termasuk pengaturan pola kerja yang berdampak pada penurunan konsumsi energi.
Pihaknya menilai, kebijakan tersebut mulai memberikan hasil terhadap penghematan biaya operasional pemerintah.
Ia mencontohkan salah satu perangkat daerah yang sebelumnya mengeluarkan biaya listrik sekitar Rp32 juta per bulan, kini hanya menghabiskan sekitar Rp18 juta.
"Kalau diakumulasi dengan penghematan di sektor lainnya, hasilnya cukup signifikan," ujarnya.
Iing menekankan penghematan energi perlu menjadi gerakan bersama karena manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat secara luas.
Budaya hemat energi dan BBM, lanjut dia, perlu terus ditanamkan sebagai bagian dari upaya menciptakan pola hidup yang lebih efisien.
Terkait isu kenaikan harga BBM yang belakangan menjadi perhatian publik, Iing mengatakan kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengurangi dampaknya melalui edukasi dan ajakan kepada masyarakat agar menggunakan energi serta BBM secara lebih bijak dan sesuai kebutuhan.
"Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan baru, mulai dari olahraga, hemat listrik, hingga hemat energi. Itu yang harus kita tumbuhkan kembali," katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.