Kuningan (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mempercepat modernisasi pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta daya saing sektor pangan daerah.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Kamis, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.

"Pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Modernisasi, mekanisasi, digitalisasi, dan inovasi menjadi kebutuhan yang harus kita dorong bersama," katanya.

Menurut dia, transformasi pertanian perlu dilakukan agar sektor tersebut mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Ia mengatakan modernisasi pertanian ditempuh melalui penguatan penyuluhan, penerapan teknologi budidaya, peningkatan indeks pertanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta penguatan sarana dan prasarana pertanian.

Upaya tersebut, kata dia, mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya produksi beras Kabupaten Kuningan dari 225.995 ton pada 2024 menjadi 254.124 ton pada 2025.

Ia menyampaikan pada periode yang sama, surplus beras daerah itu naik dari 93.070 ton menjadi 120.244 ton.

Wahyu menuturkan percepatan mekanisasi menjadi salah satu fokus utama pembangunan pertanian, karena dapat meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya usaha tani.

“Untuk itu dalam rangkaian Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Kuningan, pemerintah daerah menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester kepada UPJA (Unit Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) Motekar di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang,” katanya.

Pihaknya menilai penggunaan alsintan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil, serta meningkatkan produktivitas petani.

"Ketika biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas meningkat, maka kesejahteraan petani juga akan semakin baik. Karena itu, modernisasi pertanian harus terus dipercepat," ujarnya.

Selain penguatan teknologi, pemerintah daerah berupaya mempercepat regenerasi petani guna menjamin keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang.

Ia mengemukakan berbagai program disiapkan untuk menarik minat generasi muda, agar melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi dan peluang usaha yang menjanjikan.

"Pertanian masa depan membutuhkan generasi yang adaptif terhadap teknologi, memiliki kemampuan kewirausahaan, dan mampu menciptakan nilai tambah. Kita ingin semakin banyak anak muda yang bangga menjadi petani," ucap dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026