Sumedang (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumedang, Jawa Barat, memperkuat upaya perlindungan petani tembakau untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tani di daerah.
Kabid Perkebunan DPKP Sumedang, Sunsun Gartini, di Sumedang, Kamis, menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan perlindungan petani melalui program efisiensi input pertanian serta penguatan dukungan sarana produksi.
“Perlindungan usaha tembakau tentu jadi perhatian kami agar tetap produktif. Kita mendukung dengan kebijakan adanya bantuan. Adanya pelatihan ke petani tembakau, termasuk pupuk juga, alat tani, dan ada alat pascapanen, dan ada irigasi,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa Sumedang mendorong seluruh dukungan tersebut untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Sumedang.
Pihaknya juga mencatat pemerintah daerah telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebagai bagian dari dukungan produksi dengan alokasi pupuk bersubsidi pada 2025 sekitar 41.061 ton yang terdiri dari urea sekitar 23.145 ton dan NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) sekitar 17.816 ton.
Dukungan tersebut dinilai menjadi penting oleh pemerintah daerah karena komoditas tembakau masih memegang peran penting dalam sektor perkebunan daerah dengan sebaran wilayah budidaya yang cukup luas.
Data DPKP Sumedang mencatat total lahan tembakau yang dikelola mencapai 2.100–2.550 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan sentra produksi, termasuk kawasan Tanjungsari dan Sukasari yang menopang produksi tembakau daerah.
Dengan luasan tersebut, DPKP Sumedang memperkirakan produksi tembakau daerah mencapai sekitar 21.000 ton per tahun sehingga menempatkan Sumedang sebagai salah satu penghasil utama di Jawa Barat.
Melihat potensi tersebut, DPKP Sumedang menegaskan dukungan pemerintah terhadap petani tembakau sebagai bagian dari komoditas historis dan unggulan daerah.
Pemkab juga menyebut akan menampung aspirasi petani tembakau terkait regulasi tembakau serta akan menyampaikan ke pihak terkait sebagai upaya perlindungan keberlangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Tapi untuk petaninya kami mendukung dengan adanya petani tembakau itu. Mungkin itu karena sejarah bagi Sumedang itu petani tembakau, apalagi komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Sumedang itu tembakau,” tambahnya.
Sementara itu, petani tembakau, Sambas, menilai bahwa komoditas tembakau memiliki potensi yang kuat untuk terus dikembangkan, karena menjadi sumber penghidupan utama masyarakat secara turun-temurun di daerah sentra produksi.
“Petani kami ini merupakan petani yang secara turun-temurun sudah menghasilkan produk-produk tembakau unggul di Jawa Barat, sehingga komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang penting dan terus menjadi penopang kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tembakau merupakan tanaman yang adaptif terhadap musim kemarau sehingga pada kondisi tersebut kualitas tembakau justru meningkat dan permintaan pasar terhadap tembakau Jawa Barat masih tergolong tinggi dan stabil.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.