Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memperkirakan produksi padi di wilayahnya mencapai sekitar 480 ribu hingga 520 ribu ton pada 2026 dari total luas tanam yang ada sekitar 60 ribu hektare.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania di Bandung, Kamis, mengatakan proyeksi tersebut dihitung berdasarkan data luas tanam serta produktivitas rata-rata lahan sawah di daerah tersebut.
“Dengan perkiraan produktivitas sekitar 8 ton gabah kering giling per hektare, maka produksi padi Kabupaten Bandung berada di kisaran 480.000 hingga 520.000 ton gabah kering giling per tahun pada 2026,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan kontribusi penting sektor pertanian padi dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan beras masyarakat.
Menurut Ina, luas tanam padi di Kabupaten Bandung saat ini masih terjaga di sekitar 60 ribu hektare yang tersebar di sejumlah sentra produksi pertanian.
“Kabupaten Bandung memiliki luas tanam padi hampir 60 ribu hektare dengan pola tanam yang masih berjalan di sejumlah sentra pertanian,” ujarnya.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, Kabupaten Bandung diperkirakan akan menyumbang sekitar 4,7–5,1 persen terhadap total produksi padi Jawa Barat yang sebelumnya pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebut bahwa produksi padi di provinsi tersebut pada 2025 tercatat mencapai 10,23 juta ton.
Ia menambahkan, sektor pertanian padi masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung serta memiliki peran strategis dalam stabilitas pangan daerah.
“Sektor pertanian, khususnya padi, masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung dan berperan penting dalam ketahanan pangan daerah,” katanya.
Untuk menjaga target produksi tersebut, Pemkab Bandung melakukan langkah konkret berupa optimalisasi indeks pertanaman, pemanfaatan benih unggul, serta percepatan distribusi sarana produksi pertanian di tingkat kecamatan.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta mendorong percepatan pola tanam agar produktivitas lahan tetap stabil sepanjang tahun.
Dengan berbagai upaya tersebut, Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap kebutuhan beras di Jawa Barat pada 2026.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.