Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mengalokasikan sebanyak 71.326 ton pupuk pertanian subsidi pada 2026 untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, di Bandung, Kamis, mengatakan alokasi pupuk subsidi terdiri atas tiga jenis, yakni pupuk urea, NPK (Nitrogen Fosfor Kalium), dan pupuk organik sesuai ketentuan.

"Untuk saat ini di tahun 2026 kami punya alokasi di pupuk subsidi 71.326 ton dan itu hanya tiga jenis, urea, NPK, sama pupuk organik," katanya.

Ia merinci bahwa alokasi pupuk urea yang tercantum dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) mencapai 33.291 ton, sementara pupuk NPK dialokasikan sebanyak 36.585 ton dan pupuk organik sebesar 1.450 ton.

"Kalau yang untuk urea-nya itu kita punya di target di RDKK-nya itu 33.291 ton. Kemudian untuk NPK-nya di 36.585 ton. Kemudian untuk organiknya di 1.450 ton," ujarnya.

Pihaknya menyebut pupuk bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi petani pada komoditas yang telah ditetapkan pemerintah, mencakup kebutuhan subsektor tanaman pangan, hortikultura, serta beberapa komoditas perkebunan.

"Itu yang menjadi alokasi untuk pupuk bersubsidi di kita dengan luasan untuk komoditas tanaman pangan, kemudian untuk horti, dan untuk perkebunan di beberapa komoditas saja," katanya.

Adapun beberapa contoh komoditas yang mendapatkan pupuk bersubsidi adalah padi, jagung, kedelai, cabai (aneka cabai), bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi rakyat, dan kakao, ubi kayu, serta tembakau.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga menyebut akan terus melakukan pemantauan terhadap realisasi penebusan pupuk subsidi melalui data yang tersedia sebagai bahan evaluasi distribusi di lapangan.

Menurut dia, pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pupuk bersubsidi yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan petani serta mendukung produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Bandung sepanjang 2026.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026