Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, telah menyiapkan tim untuk penanganan dampak bencana kekeringan akibat musim kemarau, seperti membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
"Sudah kami siapkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani melalui telepon seluler di Ciamis, Rabu.
Ia menuturkan berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan awal musim kemarau pada Mei 2026, namun saat ini masih sesekali turun hujan.
Musim kemarau tahun ini, lanjut dia, puncaknya diperkirakan pada Agustus 2026, sehingga jajarannya sudah melakukan persiapan seperti personel dan truk tangki air untuk memudahkan pendistribusian air bersih ke daerah yang dilanda kekeringan.
"BPBD Ciamis juga koordinasi kesiapsiagaan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.
Ia menyebutkan, jumlah truk tangki air yang disiapkan BPBD Ciamis sebanyak empat unit, kemudian mendapatkan tambahan penguatan bantuan kendaraan dari instansi lain seperti PDAM Ciamis yang siap digunakan apabila ada masyarakat membutuhkan air bersih.
Sejauh ini, lanjut dia, belum ada laporan dari masyarakat yang kesulitan air bersih dampak kemarau, meski begitu jajarannya siap siaga turun ke lapangan apabila ada laporan dari masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dapat segera melaporkannya dengan menghubungi telepon kantor BPBD Ciamis maupun mengirim surat ke kantor desa atau kecamatan setempat.
"Telepon saja ke admin PB (penanggulangan bencana) nanti disiapkan, terus kirim surat dari desa diketahui camat," kata Ani.
Ia menambahkan, saat ini BPBD Ciamis sudah melakukan pemetaan daerah mana saja yang masuk rawan kekeringan pada musim kemarau, di antaranya daerah yang rutin setiap kemarau kesulitan air bersih yakni Kecamatan Banjaranyar, Pamarican, dan Banjarsari.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.