Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan penguatan literasi digital bagi kalangan santri untuk meningkatkan kemampuan memverifikasi informasi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon Bambang Sudaryanto, di Cirebon, Rabu, mengatakan kemampuan menyaring dan memeriksa kebenaran informasi menjadi keterampilan yang semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Di tengah pesatnya perkembangan AI, kemampuan memverifikasi informasi menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan literasi digital tersebut sudah dilakukan melalui pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar bersama Relawan TIK Kabupaten Cirebon di Pondok Pesantren Daqu, Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun pada awal Juni 2026.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan yang mengangkat tema “Epistemologi Kebenaran di Era AI: Peran Santri dalam Verifikasi Informasi” itu, menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang cakap digital dan kritis terhadap informasi.

“Kami berharap para santri dapat menjadi teladan dalam menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menuturkan santri memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat, terutama saat arus informasi digital bergerak semakin cepat.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong santri untuk aktif berperan dalam menangkal penyebaran informasi palsu sekaligus mendukung terciptanya ruang digital yang sehat.

“Melalui program ini, kami mengajak para santri untuk aktif melawan hoaks dan turut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif,” katanya.

Perwakilan Relawan TIK Kabupaten Cirebon Aries Saefullah mengatakan kemampuan memverifikasi informasi kini menjadi salah satu keterampilan dasar yang perlu dimiliki setiap individu, termasuk kalangan santri.

Ia menyebutkan pemahaman mengenai cara memeriksa validitas informasi, menjadi semakin penting di era AI agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru atau menyesatkan.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Daqu Tegalgubug Rivqil Asyiq menilai pembinaan tersebut penting untuk membekali santri menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

“Semoga para santri tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi dan menyebarkan nilai-nilai kebenaran di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat,” katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026