Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mengevaluasi 174 Pusat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (PS3R) guna mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, di Bandung, Rabu, mengatakan bahwa sebagian PS3R yang telah dibangun saat ini belum beroperasi secara optimal akibat keterbatasan mesin dan berbagai kendala teknis lainnya.

"Saat ini terdapat 174 PS3R, sebagian sudah aktif beroperasi dan sebagian lainnya belum optimal karena keterbatasan mesin serta berbagai kendala lainnya. Kondisi ini akan dievaluasi," katanya.

Ia mengatakan evaluasi dilakukan untuk memetakan kebutuhan masing-masing PS3R agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi maksimal dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Menurut dia, penguatan pengelolaan sampah menjadi penting karena Kabupaten Bandung masih menghadapi tingginya timbulan sampah. Data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung menunjukkan produksi sampah di daerah itu mencapai sekitar 1.820 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, kuota pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti juga mengalami pembatasan menjadi sekitar 280 ton per hari sehingga diperlukan penguatan pengolahan sampah di tingkat sumber dan kawasan.

Selain evaluasi PS3R, Pemkab Bandung juga memperkuat program bank sampah dan menjajaki kerja sama dengan pihak offtaker untuk menyerap hasil pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat.

"Sambil menunggu pembangunan PSEL, saya sudah menugaskan kepala desa untuk mengaktifkan kembali program-program pengelolaan sampah di tingkat desa," katanya.

Dadang menambahkan, pembangunan PSEL yang direncanakan pemerintah membutuhkan waktu paling cepat satu tahun hingga dua tahun sehingga diperlukan solusi transisi melalui penguatan PS3R, bank sampah, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026