Cianjur (ANTARA) - Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan pasokan air bersih ke rumah pelanggan tetap normal dan lancar selama musim kemarau termasuk melakukan pendistribusian dengan truk tangki.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi di Cianjur, Rabu, mengatakan sumber air yang dimiliki masih relatif aman namun berbagai langkah guna mengantisipasi kemungkinan yang dapat mempengaruhi ketersediaan air baku tetap dilakukan.

Hingga saat ini debit air permukaan yang menjadi salah satu sumber air baku masih terpantau stabil dan belum mengalami penurunan, sehingga pendistribusian air ke rumah 56 ribu pelanggan tetap normal.

“Hingga saat ini belum ada penurunan debit air permukaan yang menjadi sumber utama air baku Perumdam Cianjur, harapan kami kemarau tidak sampai berlangsung lama, sehingga pasokan air tetap aman dan normal," katanya.

Saat ini yang menjadi fokus utama adalah pendistribusian air yang bersumber dari sungai atau air permukaan, dimana saat kemarau panjang debit-nya mengalami penyusutan sehingga dapat berdampak terhadap proses produksi dan pendistribusian.

Namun pihaknya telah menyiapkan berbagai rekayasa teknis termasuk penyesuaian titik pengambilan air baku agar pasokan air tetap dapat diolah dan disalurkan ke rumah-rumah pelanggan di berbagai wilayah di Cianjur.

Ketika terjadi penyusutan debit air pihaknya melakukan penguatan pendistribusian ke sejumlah wilayah yang mengandalkan sumber air permukaan, sedangkan pendistribusian dari sumber mata air alami biasanya lebih stabil meski musim kemarau.

“Pendistribusian air yang berasal dari air permukaan saat kemarau panjang tentunya membuat debit air mengecil sehingga harus dilakukan rekayasa pengambilan titik air agar tetap dapat diolah dan disalurkan," katanya.

Selain menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, pihaknya terus melakukan pemeliharaan jaringan dan perbaikan kebocoran, hal tersebut dilakukan segera setelah menerima laporan dari petugas lapangan, pelanggan, atau masyarakat.

Peningkatan penggunaan air secara bersamaan berpotensi menyebabkan distribusi air menjadi tidak merata karena sistem distribusi yang digunakan masih mengandalkan gravitasi sehingga membutuhkan pengaturan teknis yang lebih intensif.

"Ketika terjadi kekurangan, kami juga sudah menyiapkan berbagai cara salah satunya pendistribusian air dengan truk tangki yang kami miliki setiap hari, sehingga pasokan air untuk masyarakat terutama pelanggan tetap terpenuhi," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026