Garut (ANTARA) - Bupati Garut, Jawa Barat, Abdusy Syakur Amin meminta jajaran aparatur pemerintah untuk mengoptimalkan aplikasi layanan publik Super App Untuk Garut (Sagarut) yang dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan publik seiring perkembangan teknologi.

"Aplikasi ini harus membantu pelayanan hubungan masyarakat dan mengoptimalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), bukan menambah pekerjaan baru," kata Bupati Abdusy saat kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Aplikasi Layanan Publik Sagarut di Kampus 4 Universitas Garut, Selasa.

Ia menuturkan Pemkab Garut selama ini terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan aplikasi layanan publik, salah satunya adanya aplikasi Sagarut.

Menurutnya, keberadaan aplikasi Sagarut dapat memangkas birokrasi dan mempermudah urusan masyarakat, bukan menambah beban kerja baru bagi aparatur pemerintahan.

"Kita fokus terlebih dahulu pada aspek pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Ia mengatakan sistem pengaduan masyarakat yang nantinya akan diintegrasikan dengan sistem yang sudah berjalan, seperti SP4N Lapor, dan memastikan aplikasi berjalan secara interaktif dan solutif.

Bupati berharap Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut dapat menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dengan memberikan pelatihan bagi operator di setiap satuan kerja perangkat daerah.

"Berikan pelatihan untuk bisa memberikan respons cepat terhadap laporan-laporan yang masuk dari masyarakat," katanya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Garut Agus Kurniawan menambahkan fungsi strategis aplikasi Sagarut sebagai super aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dan informasi penting Kabupaten Garut ke dalam satu platform digital.

Ia menyebutkan beberapa fitur unggulan yang tersedia dalam aplikasi tersebut antara lain pelayanan administrasi kependudukan, pemerintahan, informasi pariwisata terpadu, pemberdayaan UMKM lokal, berita dan informasi terkini tentang Garut, sampai layanan pembayaran digital.

"Dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat Garut yang sifatnya serba digital," katanya.

Ia menargetkan tahun 2029 sampai 2030 aplikasi Sagarut dapat diunduh dan digunakan oleh sedikitnya 1,5 juta pengguna dengan 30 layanan publik.

"Aplikasi ini tidak akan berhenti sampai di sini, jadi akan terus berkembang seiring dengan berbagai dinamika kebutuhan masyarakat Garut," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026