Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan, perlu manajemen talenta sumber daya manusia (SDM) untuk menerapkan sistem kenaikan pangkat yang berkeadilan bagi karir aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Bagaimana kita bisa mengadopsi manajemen talenta yang dibuat pemerintah oleh BKN. Kita adopsi, supaya kita ke depan bisa melakukan manajemen SDM yang adil," kata Bupati Garut di lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin.

Ia menuturkan, Pemkab Garut terus berupaya meningkatkan kinerja, salah satunya melakukan reformasi dalam sistem kenaikan pangkat dan manajemen SDM bagi ASN untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Jumlah aparatur di lingkungan Pemkab Garut, kata dia, saat ini mencapai lebih dari 20 ribuan pegawai yang sudah tidak bisa lagi mengandalkan metode penilaian secara tradisional yang subjektif, tapi perlu adanya sistem yang lebih canggih dan adil.

"Saya pribadi ketika menunjuk seseorang untuk kenaikan jabatan kadang-kadang tidak punya gambaran yang komprehensif, kenapa 'si' ini, padahal ada orang yang jauh di sana yang mungkin prestasinya lebih baik," katanya.

Ia mengatakan, selama ini masih keterbatasan sistem yang seringkali membuat pemetaan prestasi pegawai menjadi tidak merata, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah pelosok.

"Mungkin itu tidak terlepas oleh tadi, dan karena memang kita belum memiliki sistem yang sangat baik terkait tentang bagaimana mengelola manajemen sumber daya manusia di pemda," katanya.

Ia berharap, adanya langkah konkret dengan menginstruksikan jajaran Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut untuk segera mengadopsi sistem modern yang terstandarisasi secara nasional.

Selain menyiapkan sistem yang modern, kata dia, pihaknya juga terus mendorong ASN untuk mengikuti uji kompetensi yang saat ini Pemkab Garut mengalokasikan kuota uji kompetensi sebanyak dua ribu ASN, dan ditargetkan tahun 2027 seluruh ASN tuntas mengikuti uji kompetensi.

"Kita lihat anggarannya, sehingga kita punya peta yang komprehensif dan lengkap, siapa ada di mana, dia punya kompetensi apa, dan apakah dia layak atau 'eligible' untuk mendapatkan kehormatan berupa kenaikan pangkat dan jabatan," katanya.
 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026