Cirebon (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memfokuskan program pengelolaan limbah cangkang kerang hijau menjadi bahan pendukung sektor pertanian sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di kawasan pesisir.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono di Cirebon, Senin, mengatakan pihaknya sedang menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan limbah tersebut dari hulu hingga hilir.
Menurut dia, perencanaan anggaran itu mencakup kebutuhan pengangkutan, pengolahan, hingga produksi agar limbah kerang hijau dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak lagi menumpuk di lingkungan pesisir.
“Cangkang kerang hijau memiliki potensi untuk diolah menjadi tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenahan tanah pada lahan pertanian,” katanya.
Ia menjelaskan hasil kajian yang dilakukan menunjukkan tepung kerang hijau mampu membantu meningkatkan tingkat keasaman tanah, yang selama ini menjadi salah satu kendala produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Menurut dia, rata-rata pH tanah di Kabupaten Cirebon berada di kisaran 5, sedangkan penggunaan tepung kerang hijau berpotensi meningkatkan pH hingga mendekati angka 6 yang lebih sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
“Pemanfaatan limbah kerang hijau menjadi produk pendukung pertanian dapat memberikan manfaat ganda, karena selain mengurangi pencemaran lingkungan juga membuka peluang nilai tambah ekonomi,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak pelaku usaha kerang hijau ikut berperan dalam pengelolaan limbah dengan mendukung pembiayaan pengolahan agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia menambahkan keberhasilan pengelolaan limbah kerang hijau membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar manfaat ekonomi maupun lingkungan dapat dirasakan secara luas.
“Kami berharap limbah kerang hijau yang selama ini menjadi persoalan di kawasan pesisir, dapat diubah menjadi produk bernilai guna yang membantu meningkatkan kualitas lahan pertanian sekaligus mengurangi timbunan sampah,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.