Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan pendistribusian dan peredaran kedelai, seiring kenaikan harga yang dikeluhkan para pelaku usaha tahu dan tempe.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Senin, mengatakan menerjunkan tim guna memantau pendistribusian hingga stok kedelai di pasaran guna memastikan tidak ada penimbunan yang membuat harga terus melambung.

Kenaikan harga kedelai berdampak terhadap pelaku usaha tahu dan tempe di Cianjur yang terpaksa mengurangi produksi hingga menghentikan operasional karena tingginya biaya produksi imbas melemahnya nilai tukar rupiah.

“Kami akan meningkatkan pengawasan dengan menurunkan tim ke sejumlah lokasi ketika ditemukan ada pihak yang sengaja menimbun atau melakukan tindakan yang menyebabkan harga kedelai melonjak akan dikenakan sanksi tegas," katanya.

Sanksi hukum tegas akan dijatuhkan terhadap pihak yang memanfaatkan keadaan mencari keuntungan lebih besar di tengah kesulitan para pengusaha tahu dan tempe di Cianjur yang sebagian besar mulai menghentikan produksi.

Pihaknya meminta pelaku usaha tahu dan tempe melapor ke petugas ketika mendapati penimbunan bahan baku yang dilakukan agen atau suplayer di Cianjur guna dilakukan tindakan hukum tegas.

"Kami turunkan tim ke lapangan guna memantau dan mengawasi penjualan kedelai di sejumlah agen dan suplayer yang ada di Cianjur, ketika ditemukan penimbunan untuk mencari keuntungan di tengah kesulitan sanksi hukum akan dikenakan," katanya.

Ketika kenaikan harga bahan baku kedelai membuat para pengusaha terdampak bahkan beberapa diantaranya berhenti beroperasi, pihaknya meminta tidak ada penimbunan karena membuat pengusaha semakin terdampak.

Sehingga berbagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya penimbunan guna mendapat keuntungan lebih tinggi, pihaknya melakukan berbagai langkah antisipasi termasuk pengawasan ke sejumlah titik dan penindakan ketika ditemukan penimbunan.

"Kami juga meminta masyarakat dapat melapor ketika mendapati upaya penimbunan berbagai barang pangan guna mencari keuntungan sesaat, kami akan tindak tegas," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026