Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, memperkuat pengelolaan sampah dari hulu melalui kegiatan Sedekah Sampah dengan melibatkan pelajar yang mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomi dari rumah untuk dikelola di sekolah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah Listyarini di Cimahi, Senin, mengatakan program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan sebagai upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Harapan kami, melalui kolaborasi multisektor dan multiaktor, berbagai permasalahan iklim yang ada di Kota Cimahi dapat diselesaikan bersama-sama. Yang paling penting adalah sampah bernilai ekonomi tersebut tidak berakhir di tempat pembuangan akhir," katanya.
Program yang dijalankan tersebut berpotensi menjangkau sedikitnya 169 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Kota Cimahi.
Menurut dia, sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan kembali, sehingga memberi manfaat ekonomi sekaligus membantu mengurangi beban pengelolaan sampah perkotaan.
Chanifah menilai keterlibatan pelajar menjadi langkah penting untuk membangun budaya peduli lingkungan karena kebiasaan pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
“Melalui program ini kami ingin membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Wali Kota Cimahi Ngatiyana menilai bahwa persoalan sampah menjadi salah satu tantangan lingkungan yang harus ditangani secara serius karena berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan keberlanjutan pembangunan kota.
"Salah satu langkah konkret yang kita tempatkan sebagai prioritas adalah pengelolaan sampah," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan sampah tingkat RT.
“Pada hakikatnya kita semua adalah penghasil sampah. Karena itu tanggung jawab pengelolaannya bukan hanya milik DLH, melainkan menjadi kewajiban bersama,” tegasnya.
Ia menilai Program Sedekah Sampah juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Cimahi memperkuat pengurangan sampah dari sumber melalui partisipasi aktif masyarakat dan lembaga pendidikan.
Penguatan program tersebut dinilai penting mengingat timbulan sampah Kota Cimahi saat ini mencapai sekitar 234-250 ton per hari, sementara tingkat pengelolaannya baru sekitar 49,6 persen.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.