Kota Bandung (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Jawa Barat (Jabar) telah menyerap hasil panen petani sebanyak 590.000 ton setara beras hingga awal Juni 2026 atau sekitar 70 persen dari target pengadaan tahun ini yang mencapai 700.000 ton.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian di Jawa Barat sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.

“Karena stok kita melimpah, Bulog Jabar saat ini malah ikut membantu menyuplai kebutuhan provinsi lain seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, hingga Kalimantan Barat,” kata Nurman di Bandung, Senin.

Menurut dia, tingginya volume penyerapan membuat Bulog Jawa Barat perlu memperkuat kapasitas penyimpanan untuk menampung hasil panen petani yang terus masuk.

Sebagai bagian dari program strategis nasional, Jawa Barat mendapatkan alokasi enam unit gudang baru dari target pembangunan 100 gudang Bulog di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan enam gudang tersebut akan dibangun di sejumlah daerah sentra produksi padi, yakni dua unit di Karawang, dua unit di Cirebon, satu unit di Bandung, dan satu unit di Subang.

“Saat ini semuanya sedang dalam proses pembangunan. Mudah-mudahan tahun depan infrastruktur ini sudah bisa beroperasi secara optimal untuk memperkuat ketahanan pangan kita,” ujar dia.

Selain itu, Nurman juga memastikan ketersediaan stok beras di Jawa Barat dalam kondisi aman.

Ia mengatakan stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Jabar mencapai sekitar 590.000 ton dan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Menurut dia, Bulog bersama pemerintah akan terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasar.

“Jika ditemukan indikasi sumbatan atau lonjakan harga sepihak di tingkat distributor maupun pedagang, pemerintah tidak akan segan mencari jalur suplai alternatif agar harga pangan di Jawa Barat tetap stabil,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026