Tasikmalaya (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya mengutamakan penegakan hukum berbasis digital melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) pada Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya AKP Didit Permadi di Tasikmalaya, Sabtu, mengatakan operasi tersebut dilaksanakan selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026, untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

"Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE," katanya.

Ia menuturkan Operasi Patuh Lodaya 2026 mengusung tema "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Berkeselamatan Menjelang Pelaksanaan Hari Bhayangkara Tahun 2026". Sebelum pelaksanaan operasi, kepolisian telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal," katanya.

Didit menjelaskan penindakan juga akan dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menghambat sistem ETLE, seperti penggunaan pelat nomor kendaraan yang dicopot, ditutup sebagian dengan cat atau stiker, disamarkan, maupun dimodifikasi.

Menurut dia, pelanggaran tersebut menjadi perhatian karena dapat menghambat pembacaan identitas kendaraan oleh kamera ETLE dalam proses penegakan hukum elektronik.

Selain melalui ETLE, petugas tetap melakukan penindakan secara manual terhadap pelanggaran yang terpantau langsung di lapangan, seperti melawan arus lalu lintas.

"Komposisi penindakan Operasi Patuh 2026 terdiri atas 60 persen menggunakan ETLE atau penegakan hukum elektronik, 30 persen tilang konvensional, dan 10 persen melalui teguran simpatik," katanya.

Ia menambahkan operasi tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas guna mewujudkan keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan di jalan raya.

"Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis," katanya.
 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026